Jagosatu.com - Pasar otomotif Indonesia kini mulai menunjukkan ketertarikan besar pada kendaraan ramah lingkungan dengan teknologi yang tetap praktis digunakan sehari hari.
Great Wall Motor atau GWM menjadi salah satu pabrikan yang perlahan mencuri perhatian karena agresif mengembangkan teknologi elektrifikasi.
Salah satu fokus utama GWM adalah teknologi PHEV atau Plug in Hybrid Electric Vehicle yang menggabungkan mesin bensin dan motor listrik.
PHEV memungkinkan mobil berjalan dengan tenaga listrik saja dalam jarak tertentu lalu beralih ke mesin bensin saat baterai habis.
Teknologi ini dinilai cocok untuk Indonesia karena tidak sepenuhnya bergantung pada stasiun pengisian listrik.
Dilansir dari Antara News GWM resmi memasarkan Tank 500 PHEV di China dengan teknologi Hi4 yang menggabungkan performa tinggi dan efisiensi bahan bakar.
Baca Juga: Thomas Frank Murka Kartu Merah dan Keputusan Wasit Warnai Kekalahan Spurs
Tank 500 PHEV merupakan SUV besar yang dirancang untuk medan berat namun tetap nyaman digunakan di perkotaan.
Mobil ini dibekali mesin bensin turbo yang dipadukan dengan motor listrik untuk menghasilkan tenaga besar.
Menurut Antara News jarak tempuh listrik murni Tank 500 PHEV bisa menembus lebih dari 100 kilometer.
Selain Tank 500 GWM juga menyiapkan model Haval Raptor dalam versi PHEV.
Dilansir dari Otodriver Haval Raptor PHEV disiapkan sebagai SUV modern dengan desain tangguh namun tetap efisien.
Haval Raptor PHEV menyasar konsumen yang menginginkan mobil keluarga dengan teknologi ramah lingkungan.
Model ini akan mendapatkan pembaruan pada sistem baterai dan efisiensi mesin.
Menurut Otodriver langkah ini menjadi sinyal kuat keseriusan GWM dalam mengembangkan lini PHEV.
Di sisi lain GWM Indonesia telah menyampaikan rencana menghadirkan beberapa model baru ke Tanah Air.
Dilansir dari GridOto GWM Indonesia berencana membawa model baru yang disesuaikan dengan kebutuhan konsumen lokal.
Walau belum disebutkan secara gamblang jenisnya banyak pihak menilai teknologi hybrid dan PHEV masuk dalam rencana tersebut.
Pasar Indonesia sendiri mulai menunjukkan minat tinggi terhadap kendaraan elektrifikasi.
Menurut Liputan6 mobil PHEV dianggap sebagai solusi transisi sebelum masyarakat sepenuhnya beralih ke mobil listrik murni.
Hal ini karena PHEV tetap bisa menggunakan bensin saat infrastruktur listrik belum merata.
Tren ini juga didukung oleh langkah GWM di negara Asia Tenggara lainnya.
Dilansir dari Autobuzz Malaysia GWM berkomitmen memperluas lini kendaraan hybrid dan elektrifikasi di kawasan regional.
Malaysia sering menjadi pasar uji coba sebelum produk GWM masuk ke Indonesia.
Kesamaan karakter pasar membuat strategi regional GWM menjadi indikator penting.
Dengan hadirnya Tank 500 dan Haval Raptor PHEV secara global GWM dinilai sudah memiliki produk siap jual.
Jika masuk Indonesia PHEV GWM berpotensi menjadi pesaing serius bagi merek Jepang dan Korea.
Kombinasi harga kompetitif dan teknologi modern menjadi daya tarik utama.
Kehadiran PHEV juga bisa mempercepat edukasi masyarakat tentang kendaraan elektrifikasi.
Langkah GWM ini dinilai tepat di tengah kenaikan harga bahan bakar.
Kini publik hanya tinggal menunggu pengumuman resmi dari GWM Indonesia.
VYR
Editor : Toar Rotulung