Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Bye-bye Steam Deck Murah! Valve Resmi Suntik Mati Versi LCD

Toar Rotulung • 2025-12-30 01:00:00

Steam Deck
Steam Deck

JagoSatu.com - Valve resmi menyuntik mati Steam Deck versi entry-level. Ini beneran jadi tanda berakhirnya era konsol genggam murah yang sempat bikin heboh. Harga awal 399 Dollar yang dulu fenomenal sekarang tinggal kenangan saja.

Lewat Steam Store, Valve menegaskan nggak lagi memproduksi model LCD 256GB. Kalau stoknya sudah habis, konsol veteran ini bakal resmi pensiun. Sepertinya kita dipaksa buat pilih varian yang lebih mahal atau tertinggal.

Dilansir oleh Neowin, stok model dasar ini sudah lama ludes di Amerika Serikat. Buat yang telat beli pas obral kemarin, jangan harap ada stok baru lagi. Menunggu restock ini rasanya mustahil, mirip nunggu Half-Life 3.

Untungnya, Valve janji bakal terus kasih dukungan software buat model LCD lama. Jadi, perangkat kalian nggak akan langsung jadi pajangan doang. Meski begitu, fokus utama Valve sekarang jelas tertuju pada model OLED yang lebih baru.

Sekarang, model OLED 512GB seharga 549 Dollar resmi jadi varian paling murah. Ada kenaikan harga sekitar 150 Dollar cuma buat masuk ke ekosistem SteamOS. Pil pahit yang cukup berat buat ditelan gamer budget.

Dikutip dari Neowin, model OLED ini punya layar 7,4 inci dengan refresh rate 90Hz yang mulus banget. Baterainya juga lebih besar, yaitu 50 Whr, ditambah dukungan Wi-Fi 6E. Upgrade-nya memang keren, tapi harganya bukan kelas pemula lagi.

Kalau mau penyimpanan lebih lega, ada opsi OLED 1TB seharga 649 Dollar. Ini pilihan tepat buat yang ogah repot pakai microSD. Tapi dengan harga segitu, kalian sudah masuk ke wilayah harga laptop gaming kelas menengah.

Analis menduga naiknya biaya komponen RAM dan penyimpanan jadi alasan harga lama mustahil dipertahankan. Valve harus mengamankan margin keuntungan mereka di tengah inflasi. Bahkan Gabe Newell pun nggak bisa terus-terusan menekan harga.

Menariknya, dilansir oleh Neowin, Valve lagi investasi besar-besaran buat perangkat baru di tahun 2026. Ada headset VR Steam Frame, controller baru, sampai kembalinya Steam Machine. Valve sepertinya lagi menyiapkan senjata buat perang konsol masa depan.

Mari bahas Steam Frame, headset VR nirkabel yang pakai teknologi "Foveated Streaming" untuk visual jempolan. Alat ini dirancang buat mainin semua koleksi game Steam kalian tanpa kabel. Penasaran banget bagaimana daya tahan baterainya nanti.

Ada juga Steam Machine, perangkat kecil yang diklaim enam kali lebih kencang dibanding Steam Deck. Ini konsepnya PC "plug-and-play" buat ruang tamu tanpa ribet urusan Windows. PlayStation dan Xbox beneran harus waspada kali ini.

Steam Controller baru juga hadir lagi dengan thumbstick magnetik TMR. Dikutip dari Neowin, teknologi ini bakal mencegah masalah "stick drift" yang horor banget buat gamer. Akhirnya ada controller yang tahan banting buat main game berat.

Penghentian produksi LCD Deck adalah strategi Valve buat fokus ke perangkat baru tahun 2026 nanti. Mereka ingin memusatkan pesanan chip 6nm untuk model OLED dan konsol masa depan. Ini adalah persiapan buat invasi ruang tamu.

Buat gamer yang cari harga miring, momen ini adalah waktu buat bilang selamat tinggal pada Steam Deck murah. Padahal, model 399 Dollar itulah pahlawan yang mempopulerkan game PC handheld. Kita beneran kehilangan sosok legenda.

Steam Deck sekarang bukan lagi "barang murah", melainkan perangkat premium yang berkelas. Kalau kalian masih simpan model LCD, rawat baik-baik karena itu barang bersejarah. Nah, menurut kalian, apakah kenaikan harga ini sebanding dengan fitur barunya? (tmtiwow)

Editor : Toar Rotulung