Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Pilih AI Daripada Gamer, Strategi Baru NVIDIA Bikin Kantong Meronta

Toar Rotulung • 2026-01-21 00:00:00
Nvidia RTX 50 Series (Foto: Nvidia)
Nvidia RTX 50 Series (Foto: Nvidia)

JagoSatu.com - Siap-siap, para gamer, karena NVIDIA kabarnya bakal ngerem stok komponen baru kalian. Rumornya, mereka pangkas pasokan GPU ke produsen sampai 20%. Sepertinya era kartu grafis murah dan gampang dicari sudah resmi berakhir.

Pembocor @MEGAsizeGPU bilang NVIDIA tetap pasangkan GPU dengan memori seperti biasanya, yang sudah jadi rahasia umum. Tapi kagetnya, katanya nggak ada produk baru di 2026. PC kalian harus dipaksa kerja rodi lebih lama dari rencana.

Dilansir oleh Hardware Unboxed, NVIDIA kabarnya sudah menyetop total pengiriman chip tertentu. Efeknya, harga komponen langsung melonjak di seluruh dunia karena stok di toko mulai langka. Kejadian tahun 2021 sepertinya bakal terulang kembali.

Dikutip dari VideoCardz.com, kelangkaan ini bikin produksi RTX 5070 Ti dan 5060 Ti 16GB berhenti. ASUS bahkan mengonfirmasi kartu ini sudah masuk masa pensiun karena chip-nya langka. Strategi ini seolah memaksa kita beli produk lebih mahal.

Pemangkasan stok 15–20% ini bukan sekadar masalah sebentar, tapi bakal terasa sampai akhir tahun. Stok yang sedikit artinya harga bakal melambung. Rasanya NVIDIA makin tidak peduli pada komunitas gaming yang membesarkan nama mereka.

Bahkan rumornya, pembaruan RTX 50 SUPER di tahun 2026 kemungkinan besar bakal gagal. Dilansir oleh VideoCardz.com, para mitra di CES membisikkan bahwa proyek ini ditunda. NVIDIA sepertinya lagi di atas angin tanpa tekanan kompetisi.

Akselerator B200 NVIDIA punya harga jual yang luar biasa tinggi. Dibandingkan chip AI, GPU gaming cuma dianggap sekadar sumbangan sukarela bagi mereka. Setiap keping silikon kini lebih diprioritaskan untuk produk dengan keuntungan besar.

Alasan kekacauan ini cuma satu: AI. Mengapa jual kartu grafis murah kalau NVIDIA bisa jual akselerator AI seharga $30.000? Dari sisi bisnis memang masuk akal, tapi tetap saja ini jadi pil pahit buat kita.

Dikutip dari VideoCardz.com, harga memori sekarang makin nggak masuk akal bahkan mencapai 4,4 kali lipat. Memori lawas pun ikut naik karena industri fokus ke AI. Kalau komponen "murah" saja mahal, rakit PC bakal makin sulit.

Beberapa orang menyalahkan gelembung AI, tapi NVIDIA memang harus melayani pemegang saham. Sekarang, fokus mereka adalah pusat data, bukan pengguna Steam. Jadi gamer sekarang benar-benar jadi hobi buat kaum sultan yang penuh kesabaran.

Ada indikasi mitra produsen menggunakan isu "krisis memori" ini untuk mendorong penjualan. Ini trik jitu buat ngabisin stok seri Blackwell sebelum arsitektur baru muncul. Jangan langsung percaya kalau disuruh beli sekarang atau rugi selamanya.

Dikutip dari VideoCardz.com, NVIDIA kabarnya ngirit penggunaan memori pada GPU kelas menengah. Pengalihan ke modul 3GB mungkin membantu produksi, tapi tidak menyelesaikan masalah pasokan. Standar kartu grafis murah pun kini jadi makin tinggi harganya.

Rumornya, arsitektur "Rubin" baru masuk pasar konsumen tahun 2028, artinya ada celah kosong yang panjang. Tanpa seri SUPER, RTX 50 harus bertahan sendirian. Ini kesempatan besar buat AMD atau Intel untuk mengambil hati para gamer.

Ada sedikit harapan kalau gelembung AI ini pecah dan pasar kembali normal. Saat ini, hardware lama kita justru makin mahal kayak barang antik. Punya PC yang nilainya naik memang unik, tapi kita lebih butuh GPU murah.

NVIDIA sepertinya terlalu fokus pada "demam emas" AI hingga melupakan pasar gaming. Ini kabar yang kurang enak untuk tahun 2026 mendatang. Apa kalian bakal tetap setia sama NVIDIA dalam kondisi seperti ini? (tmtiwow)

Editor : Toar Rotulung