Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Discord Makin Ketat! Mulai Maret Wajib Verifikasi Umur atau Kena "Kunci"

Toar Rotulung • 2026-02-11 10:16:50

Ilustrasi Sisi Gelap Discord
Ilustrasi Sisi Gelap Discord

JagoSatu.com - Discord bakal bikin heboh soal privasi kalian bulan depan. Mulai Maret, platform ini bakal nerapin verifikasi usia global. Semuanya otomatis masuk "mode remaja", kecuali kalian bisa buktiin sudah dewasa lewat sistem "kunci anak" digital ini.

Lewat masa aktif akun dan pola komunitas, Discord bakal mencoba menebak umur kalian. Mereka klaim nggak bakal baca pesan pribadi buat cari tahu hal ini. Tapi, menebak umur pakai pola begini kedengarannya berisiko bikin kita terblokir sendiri.

Cuma orang dewasa terverifikasi yang bisa bebas ubah setelan keamanan atau bicara di panggung server. Kalau terjebak mode remaja, kalian bakal terus-terusan dapet peringatan permintaan pertemanan. Rasanya seperti dikurung sampai kita kasih lihat dokumen resmi.

Dilansir oleh TechCrunch, cuma pengguna dewasa terverifikasi yang punya akses buat intip konten sensitif atau channel tertentu. Tanpa verifikasi, pesan dari orang asing bakal terkubur di kotak masuk terpisah. Akses bebas seolah jadi fitur premium berbayar identitas.

Buat buktiin umur, kalian harus pakai fitur scan muka buat tebak umur atau unggah identitas resmi. Mereka klaim video selfie tetap aman di perangkat, tapi ngasih video selfie ke aplikasi chat rasanya jadi langkah mundur buat anonimitas.

Seperti yang dikutip dari TechCrunch, Discord janji kalau data ID yang dikirim ke mitra mereka bakal langsung dihapus setelah konfirmasi umur selesai. Tapi, menyerahkan paspor cuma buat akses server game itu permintaan yang cukup bikin was-was.

Tahun lalu, Discord ngaku kalau 70.000 data identitas pengguna bocor karena vendor pihak ketiga diretas. Kejadian ini membuktikan kalau basis data begini jadi target empuk penjahat siber. Kasus bocornya data KTP ini tentu jadi peringatan besar.

Aktivis hak digital mulai was-was karena verifikasi umur bukan solusi paling oke buat keamanan internet. Mereka menilai sistem ini cuma jadi jebakan data pribadi yang sensitif bagi peretas. Padahal, privasi seharusnya nggak jadi bayaran buat keamanan online.

Sebelum rilis global, fitur ini sudah diuji coba di Inggris dan Australia tahun lalu, seperti yang dilaporkan oleh TechCrunch. Katanya, arsitektur "remaja secara default" ini tetap kasih fleksibilitas buat dewasa. Tapi, fleksibilitas kok syaratnya harus tunjukin identitas?

Discord klaim mereka desain produk dengan prinsip keamanan remaja biar pengguna makin nyaman ke depannya. Mereka juga kerja sama dengan pembuat kebijakan agar platform tetap sesuai aturan internasional. Keamanan itu penting, tapi basis data wajah global beda cerita.

Tren ini sebenarnya sudah dimulai sama Roblox dan YouTube yang juga pakai teknologi serupa belakangan ini. Sepertinya industri teknologi lagi bergerak ke arah di mana "browsing tanpa identitas" bakal jadi sejarah. Internet sekarang penuh pos pemeriksaan identitas.

Dikutip dari TechCrunch, AI bakal dipakai buat nebak umur lewat fitur wajah yang terus disempurnakan. Kalau algoritma ragu kalian umur 17 atau 21, kalian mungkin diminta pakai metode tambahan. Masalah yang sangat relate sama era AI sekarang.

Kalau kalian peduli sama keamanan data, mending cek dulu siapa vendor pihak ketiga yang dipakai Discord. Sekali data identitas kalian tersebar, nggak ada jalan kembali buat menariknya. Ingat, vendor luar seringkali jadi titik terlemah dalam keamanan.

Aturan baru ini bakal berlaku mulai awal Maret, jadi siap-siap bakal sering ketemu pop-up yang nanyain umur. Buat kalian yang malas berurusan sama birokrasi, ini bakal jadi momen nyebelin. Padahal niatnya cuma mau ngobrol soal gadget biasa.

Discord makin ketat dan minta identitas resmi buat akses penuh, mengikuti tren yang pelan-pelan hapus anonimitas web. Upaya keamanan ini memang besar, tapi dampaknya ke privasi juga masif. Kira-kira kalian rela nggak kasih data identitas demi emoji? (tmtiwow)

Editor : Toar Rotulung