JagoSatu.com - Drama adu gengsi antar miliarder luar angkasa makin memanas dan seru buat diikuti. Jeff Bezos baru-baru ini menyindir SpaceX lewat foto kura-kura hitam-putih misterius, seolah memberi sinyal kalau dia sedang mengawasi pergerakan Elon Musk.
Kalau kalian belum ngeh, logo Blue Origin itu dua kura-kura dengan semboyan 'Selangkah demi Selangkah, dengan Ganas'. Pesan buat Musk sudah jelas banget: kura-kura lambat ini masih ikut balapan dan nggak bakal tinggal diam.
Momen ini seolah jadi ajang pembuktian buat Bezos yang sejak 2019 sudah vokal soal prinsip 'Bulan duluan'. Dia yakin manusia harus membangun habitat di tetangga terdekat kita dulu sebelum nekat menjajah Planet Merah seperti ambisi SpaceX.
Dilansir oleh Ars Technica, Musk akhirnya mengalihkan target jangka pendek SpaceX dari Mars ke Bulan. Meski awalnya berprinsip 'Mars atau gagal', Musk mulai realistis kalau pangkalan di Bulan jauh lebih realistis dicapai dalam dekade ini.
Bezos bertaruh pendekatan 'lambat tapi pasti' miliknya bakal menyalip SpaceX untuk mendaratkan manusia di Bulan. Walau Blue Origin baru beberapa kali mencapai orbit dibandingkan ratusan peluncuran SpaceX, Bezos tetap percaya diri dengan strategi besarnya.
Dikutip dari Ars Technica, dokumen internal mengungkap Blue Origin sedang menyiapkan rencana rahasia buat mendarat di Bulan sebelum 2030. Menariknya, mereka ingin melewatkan proses isi bensin di orbit yang ribet agar pendaratan jadi lebih simpel.
NASA mulai khawatir setelah SpaceX kehilangan tiga Starship saat uji coba tahun lalu. Ditambah lagi, ada tekanan dari China yang ditargetkan mendarat tahun 2030. Persaingan antar negara inilah yang akhirnya memicu NASA mencari alternatif lain.
Rencana baru Blue Origin ini melibatkan pesawat pendarat versi lebih ringan bernama Blue Moon MK2-IL. Bisa dibilang ini versi 'Lite' yang hanya membawa fitur esensial agar bisa dikirim ke luar angkasa dengan lebih cepat dan efisien.
Dilansir oleh Ars Technica, misi uji coba tanpa awak ini butuh tiga kali peluncuran roket raksasa New Glenn. Dua roket membawa unit transfer, sementara yang ketiga mengirim pesawat pendaratnya. Ini tantangan teknis yang beneran kompleks.
Untuk misi berawak, mereka butuh empat peluncuran sekaligus sebelum nantinya bergabung dengan kapsul Orion milik NASA. Prosesnya mirip main Tetris di luar angkasa yang harus presisi sempurna agar para astronot bisa mendarat dan pulang dengan selamat.
Tapi Blue Origin masih harus membuktikan banyak hal karena mereka belum punya pengalaman docking di orbit. Mereka perlu memastikan pendarat kargo MK1 berhasil diluncurkan musim panas ini sebagai bukti kalau teknologi mereka beneran siap.
Sampai sekarang, detail soal 'tahap transfer' masih jadi misteri besar yang dirahasiakan oleh Blue Origin. Strategi menyimpan spesifikasi teknis rapat-rapat ini memang gaya andalan Bezos buat bikin publik dan kompetitornya makin penasaran.
Dikutip dari Ars Technica, Blue Origin bahkan sampai memangkas proyek lain seperti New Shepard demi fokus total ke Bulan. Fokus ke satu tujuan memang cerdas, tapi menaruh semua sumber daya pada satu misi tetap berisiko.
Balapan antariksa abad ke-21 bukan lagi soal antar negara saja, tapi sudah jadi ajang duel para miliarder dunia. Dengan pertaruhannya beneran gede bagi masa depan umat manusia, persaingan ini terasa seperti drama series di dunia nyata.
Bezos percaya cara lambat itu mulus, sedangkan Musk terus ngebut dengan inovasinya. Nah, kalau kalian sendiri lebih percaya teknologi kura-kura yang stabil atau gaya SpaceX yang serba cepat walau berisiko? (tmtiwow)
Editor : Toar Rotulung