JagoSatu.com - Skor benchmark perdana MacBook Neo akhirnya muncul dan ngebuktiin dugaan kita selama ini. Laptop seharga $599 ini dipersenjatai chip A18 Pro 6-core milik iPhone 16 Pro. Bisa dibilang, ini "HP yang dipasang ke bodi laptop".
Dengan harga mulai $599, atau cuma $499 untuk sektor pendidikan, ini jadi Mac termurah dalam beberapa tahun terakhir. Perangkat ini pas banget buat kalian yang biasanya lirik laptop Windows murah atau iPad kelas atas.
Dilansir oleh MacRumors, performa multi-core Neo setara dengan chip M1 yang legendaris. Namun, kecepatan single-core-nya jauh lebih tinggi, bahkan mendekati performa chip M3 atau M4 yang lebih baru untuk tugas-tugas ringan yang cepat.
Angka benchmark menunjukkan skor single-core 3461 dan multi-core 8668. Meskipun CPU-nya mumpuni, GPU-nya sedikit lebih lemah karena jumlah core yang lebih sedikit dibanding versi iPhone. Apple sepertinya lebih memprioritaskan daya tahan baterai di sini.
Performa ini sudah pas banget buat kebutuhan harian standar seperti edit dokumen atau streaming film. Neo memang tidak dirancang untuk kerja berat seperti model 3D, karena ini pesaing Chromebook, bukan sebuah workstation profesional.
Neo mencatatkan skor Metal 31286, sedikit di bawah MacBook Air M1 yang punya skor 33148. Fakta kalau laptop modern ini tertinggal secara grafis dari chip berusia lima tahun mungkin jadi kabar mengecewakan bagi gamer ringan.
Apple sesumbar kalau A18 Pro 50 persen lebih ngebut buat tugas harian dibanding laptop Windows yang paling laku di pasaran. Dikutip dari MacRumors, mereka juga membanggakan kinerja AI yang 3x lebih cepat.
Fokus pada kecepatan NPU ini kemungkinan besar jadi alasan Apple memilih chip A18 Pro. Karena AI lagi jadi topik hangat tahun ini, Apple tentu ingin MacBook Neo unggul dalam urusan kecerdasan buatan di perangkat.
Skor single-core 3461 milik Neo identik dengan iPhone 16 Pro yang ada di angka 3445. Cukup impresif melihat chip ponsel bisa menangani tugas kelas desktop dengan sangat efisien dalam sasis laptop tanpa kipas yang sunyi.
Dikutip dari MacRumors, laptop ini dijadwalkan meluncur 11 Maret mendatang. Kehadiran Neo bakal ngisi kekosongan besar yang ditinggalkan MacBook Air M1. Kembalinya MacBook di bawah harga $600 jelas bakal ngerusak pasar laptop murah.
Sebagai perbandingan, MacBook Air M4 tetap jadi pemimpin performa yang jauh mengungguli Neo dengan skor multi-core 14730. Kalau kalian butuh tenaga lebih buat kerja berat, lompatan ke seri Air tetap terasa sangat signifikan.
Dibandingkan iPad 11, Neo merupakan peningkatan besar buat kalian yang butuh keyboard dan trackpad asli. Perangkat ini jadi penengah yang pas antara tablet murah dan laptop premium tanpa batasan sistem operasi iPadOS.
Data awal ini terlihat sangat konsisten dengan performa A18 Pro di perangkat mobile. Meskipun satu hasil benchmark belum bisa cerita semuanya, tanda-tanda awal menunjukkan kalau laptop ini bakal sangat efisien buat urusan daya.
Pada akhirnya, Neo lebih nonjolin value dan portabilitas dibanding performa murni. Ini buat kalian yang pengen ngerasain "pengalaman Mac" tanpa harus kuras kantong. Selama nggak buat edit video berat, laptop ini sudah mumpuni.
MacBook Neo resmi jadi pilihan "tengah-tengah" di lini Apple: nggak terlalu kencang, tapi harganya pas. Nah, kalau disuruh milih, kalian rela nggak tukar kekuatan GPU demi harga yang lebih terjangkau ini? (tmtiwow)
Editor : Toar Rotulung