JagoSatu.com - Polisi siber internasional baru saja bikin "skakmat" massal buat empat botnet paling berbahaya di dunia. Otoritas dari AS, Jerman, dan Kanada sukses membongkar infrastruktur di balik Aisuru, KimWolf, JackSkid, dan Mossad yang sering membajak perangkat pintar kita.
Bukan cuma situs biasa, jaringan ini bahkan berani nyerang instansi penting seperti Departemen Pertahanan sampai perusahaan telekomunikasi raksasa. Kamera web atau perangkat pintar di rumah kalian bisa saja jadi "tentara siber" tanpa pernah kalian sadari sebelumnya.
Dilansir oleh Bleeping Computer, botnet Aisuru baru saja pecahkan rekor yang bikin geleng-geleng kepala. Serangan DDoS mereka tembus angka 31,4 Tbps. Itu setara 200 juta permintaan per detik yang menghantam satu target sekaligus. Sangat luar biasa!
Pihak Microsoft sampai turun tangan buat melacak serangan ini. Mereka menemukan bahwa serangan besar tersebut berasal dari infrastruktur yang sama. Untungnya, sekarang jaringan tersebut sudah dinonaktifkan dan tidak bisa lagi mengirimkan lalu lintas data berbahaya.
Dikutip dari Bleeping Computer, botnet Aisuru sendiri sudah melepas lebih dari 200.000 serangan. Ditambah lagi aksi dari JackSkid dan KimWolf yang menyumbang 115.000 serangan. Bahkan botnet Mossad yang kecil pun ikut beraksi sebelum akhirnya dibubarkan.
Operasi ini sengaja memutus koneksi ke server pengendali alias "otak" operasinya. Tanpa server pusat ini, botnet tersebut tidak bisa lagi memberikan perintah serangan. Ibarat memenggal kepala monster, sehingga seluruh tubuhnya tidak lagi berfungsi.
Totalnya, botnet ini berhasil membajak lebih dari tiga juta perangkat pintar, termasuk router. Parahnya lagi, jaringan ini disewakan kepada siapa pun yang ingin membeli serangan digital. Benar-benar bisnis kejahatan siber yang sangat terorganisir.
Serangan ini terbukti sanggup bikin infrastruktur internet pusat jadi lumpuh total. Perusahaan yang menjadi korban tidak hanya mengalami kerusakan sistem, tapi juga menghadapi biaya perbaikan tinggi hingga ancaman pemerasan mencapai puluhan ribu dolar Amerika.
Modusnya jahat banget, para penjahat ini minta uang tebusan ke korban setelah bikin layanan mereka lemot parah. Kalau tidak bayar, bisnis korban akan tetap dibuat offline. Ini adalah praktik pemerasan digital yang sudah merajalela.
Untungnya, perusahaan swasta seperti Akamai ikut membantu penegak hukum mengidentifikasi domain yang digunakan operator nakal tersebut. Kolaborasi internasional ini jadi salah satu kemenangan paling epic buat menjaga stabilitas internet dalam beberapa tahun terakhir.
Aisuru punya sejarah sering memecahkan rekornya sendiri sebelum akhirnya tumbang. Data segitu besarnya bener-bener susah dibayangkan kalau cuma lewat angka mentah. Jumlah datanya mungkin jauh lebih banyak daripada yang pernah kita pakai seumur hidup.
Dilansir oleh Bleeping Computer, tindakan tegas ini juga nyasar server virtual dan domain internet. Tujuannya jelas, yakni memutus kemampuan botnet buat bikin serangan baru di masa depan. Setidaknya, kelompok peretas ini sekarang harus memulai dari nol.
Ternyata, sebagian besar perangkat yang terinfeksi ini berada di Amerika Serikat. Hal ini membuktikan adanya celah keamanan besar pada teknologi rumah pintar kita. Sepertinya perangkat pintar memang butuh standar keamanan yang lebih ketat sejak awal.
Pihak berwenang sekarang punya PR besar buat bersihin jutaan router dan kamera yang terlanjur kena virus. Kalau kalian sudah lama tidak memperbarui firmware router di rumah, mungkin sekarang adalah waktu yang paling tepat buat melakukannya.
Keberhasilan melumpuhkan 31 Tbps kekacauan ini adalah bukti nyata kalau kerjasama antar negara bisa sangat efektif. Nah, melihat serangan siber yang makin canggih ini, apakah kalian sudah yakin perangkat di rumah kalian aman? (tmtiwow)
Editor : Toar Rotulung