JagoSatu.com - OpenAI resmi menyuntik mati Sora, alat pembuat video yang sempat viral. Meskipun dulunya bikin elit Hollywood ketar-ketir, proyek ini sekarang resmi dihentikan. Ini jelas jadi pil pahit buat tren video AI yang mendominasi tahun 2025.
Langkah ini bukan sekadar perubahan kecil, tapi pergeseran strategi total ke arah alat produktivitas. OpenAI kini fokus menggarap "superapp" desktop yang menggabungkan ChatGPT, Codex, dan browser Atlas. Ibarat menukar mobil sport kencang dengan mobil keluarga yang fungsional.
Dilansir oleh PCGamer, OpenAI mulai meninggalkan produk yang menggunakan model video mereka. Bahkan, fitur video di ChatGPT dan versi pengembang juga bakal hilang. Sepertinya para kreator film AI harus mulai mencari hobi baru untuk mengisi waktu luang.
Sora dulunya terkenal karena video viralnya, termasuk saat Sam Altman bercanda "mencuri" kartu grafis. Sayangnya, momen seru itu berubah jadi bentrok serius soal hak cipta. Ternyata "nyomot" karakter tanpa izin bisa berujung masalah hukum yang sangat mahal.
Situasi makin panas saat studio asal Jepang menuntut OpenAI berhenti memakai konten mereka tanpa izin. Ada peringatan keras jika mereka tidak patuh. Masalah hukum internasional memang cara tercepat untuk mematikan momentum teknologi secanggih apa pun saat ini.
Imbasnya, Disney resmi menarik investasi jumbo senilai $1 miliar setelah berita ini muncul. Awalnya Disney mau melisensikan karakter ikonik mereka untuk proyek di Sora, tapi sekarang kesepakatan itu gagal total, seperti dikutip dari PCGamer.
Perwakilan Disney menyatakan mereka menghormati keputusan OpenAI untuk keluar dari bisnis video. Mereka tetap menganggap kolaborasi kemarin konstruktif. Tapi jelas, Disney sekarang mencari platform yang lebih bertanggung jawab dalam merangkul aturan main teknologi baru.
Disney belajar dari video Star Wars buatan AI yang terlihat aneh dengan hewan-hewan berantakan. Kegagalan awal ini meyakinkan banyak pihak kalau teknologinya belum siap. Jika raksasa sekelas Disney saja kesulitan, mungkin memang butuh waktu bertahun-tahun lagi.
Lewat postingan perpisahan, OpenAI berterima kasih pada komunitas yang sudah berkreasi dengan Sora. Mereka berjanji bakal membagikan detail soal cara simpan karya sebelum aksesnya ditutup. Ini terasa seperti momen perpisahan digital yang cukup menyedihkan bagi penggunanya.
Fokus baru ke alat produktivitas ini menandakan masa-masa indah dengan Nvidia mulai retak, menurut PCGamer. OpenAI kabarnya keberatan dengan biaya GPU yang selangit. Rencana investasi fantastis senilai $100 miliar pun dikabarkan sedang terhenti untuk sementara waktu.
Pengguna "mitra AI" juga mulai kebingungan mencari tempat baru karena model lama dimatikan. OpenAI sedang melakukan bersih-bersih besar demi visi "superapp" baru mereka. Langkah brutal ini sayangnya membuat banyak pengguna awal merasa ditinggalkan begitu saja tanpa kepastian.
Seperti dikutip dari PCGamer, OpenAI berpindah haluan dari video ke browser Atlas dan platform pengodingan Codex. Langkah masuk ke pasar aplikasi desktop ini membuat mereka bersaing langsung dengan raksasa software lama. Status mereka berubah sangat cepat.
Akun resmi Sora di X menyebutkan bahwa setiap karya pengguna itu penting, meski aplikasinya akan segera hilang. Bagi para kreator yang sudah berbulan-bulan belajar, ini adalah pukulan telak. Sulit memang membangun karier di platform yang bisa lenyap kapan saja.
Jadwal penutupan API dan aplikasi bakal segera dibagikan agar pengguna punya waktu menyelamatkan data. Setelah Juni nanti, Sora cuma bakal jadi sekadar kenangan arsip klip lama. Primadona AI yang sangat populer ini resmi jadi korban di tahun 2026.
Strategi OpenAI ini membuktikan kalau hak cipta dan biaya server masih jadi tantangan utama. Mimpi video AI harus tertunda demi aplikasi produktivitas yang lebih matang. Menurut kalian, apakah menukar video AI dengan "superapp" adalah langkah yang tepat? (tmtiwow)
Editor : Toar Rotulung