Perusahaan rintisan asal China, DeepSeek, tengah mengembangkan chip kecerdasan buatan (AI) buatannya sendiri, langkah yang berpotensi mengurangi ketergantungan perusahaan tersebut terhadap chip Nvidia dan Huawei yang selama ini digunakan untuk melatih dan menjalankan model AI globalnya. Informasi ini berasal dari tiga sumber yang mengetahui langsung perkembangan proyek tersebut, Selasa (7/7).
Chip yang tengah dikembangkan DeepSeek dirancang khusus untuk kebutuhan inferensi, yakni tahap komputasi AI ketika model yang telah dilatih menghasilkan respons bagi pengguna, bukan untuk melatih model baru. Fokus pada inferensi ini mencerminkan strategi DeepSeek untuk menyasar segmen komputasi AI yang pertumbuhannya paling pesat saat ini.
Jika berhasil direalisasikan, langkah ekspansi DeepSeek ke pengembangan semikonduktor ini akan menjadi pergeseran strategis besar bagi perusahaan yang selama ini dianggap sebagai juara AI China, sekaligus berpotensi menambah tantangan bagi raksasa teknologi Huawei. Saham Nvidia di Amerika Serikat sempat melemah sekitar 1,6 persen dalam perdagangan pramarket menyusul kabar tersebut.
Reaksi Analis dan Dampak terhadap Nvidia
Analis Richard Windsor dari Radio Free Mobile menilai bahwa posisi Nvidia di pasar China sejatinya sudah berada di titik nol dan akan tetap demikian, dengan alasan DeepSeek hampir tidak memiliki peluang menjual chipnya di luar China kecuali mendapatkan akses ke fasilitas manufaktur kelas atas. Windsor menambahkan bahwa perkembangan ini pada dasarnya tidak akan memengaruhi bisnis Nvidia secara signifikan.
DeepSeek sebelumnya melejit ke panggung global lebih dari setahun lalu setelah merilis dua model AI yang sangat efisien dan menjadi viral di seluruh dunia, mengejutkan banyak pihak di Silicon Valley maupun Washington. Perusahaan asal Hangzhou ini selama ini lebih dikenal karena fokusnya pada terobosan model AI ketimbang komersialisasi teknologi.
Persaingan Chip AI di Pasar Domestik China
Meski produk Huawei masih tertinggal jauh dibandingkan chip paling canggih Nvidia, larangan ekspor Amerika Serikat terhadap chip Nvidia ke China justru membantu Huawei menguasai sekitar separuh dari pasar chip AI domestik senilai 50 miliar dolar AS, dengan memasok kebutuhan DeepSeek dan sejumlah pemain industri terkemuka lainnya.
Namun, dominasi Huawei di pasar tersebut mulai melemah seiring perusahaan rival seperti Alibaba dan Baidu turut mengembangkan chip AI mereka sendiri dan merebut pangsa pasar. Upaya DeepSeek untuk turut serta dalam persaingan ini masih berada pada tahap awal, dengan perusahaan tersebut telah menjalin komunikasi dengan mitra eksternal serta menggelar diskusi bersama perusahaan desain chip, foundry, dan produsen memori.
Salah satu sumber menyebutkan bahwa upaya pengembangan chip ini telah dimulai sekitar setahun lalu. DeepSeek juga meningkatkan perekrutan insinyur desain chip dalam beberapa bulan terakhir, meski proses rekrutmen tersebut dilakukan secara tertutup tanpa membuka lowongan di platform perekrutan publik, menurut dua di antara tiga sumber tersebut.
Ketiga sumber yang memberikan informasi ini memilih untuk tidak disebutkan identitasnya karena informasi tersebut belum bersifat publik. DeepSeek sendiri dikenal selalu menjaga profil rendah meski telah menjadi salah satu simbol ambisi AI China, dan perusahaan tersebut belum memberikan tanggapan atas permintaan konfirmasi yang diajukan.
Mengikuti Tren Global Pengembangan Chip In-House
Langkah DeepSeek mengembangkan chip sendiri sejalan dengan tren yang lebih luas di industri AI global, di mana sejumlah pengembang AI berupaya mendapatkan kendali lebih besar atas perangkat keras di balik model mereka sekaligus mengurangi ketergantungan pada chip Nvidia. OpenAI, misalnya, baru saja meluncurkan chip inferensi pertamanya bernama Jalapeno yang dikembangkan bersama Broadcom bulan lalu, sementara Anthropic dikabarkan tengah mempertimbangkan untuk membangun chip AI sendiri sejak April lalu.
Bagi DeepSeek, upaya ini membawa dimensi strategis tambahan mengingat kebijakan kontrol ekspor Amerika Serikat yang melarang perusahaan China membeli chip paling canggih milik Nvidia, sementara pemerintah Beijing terus mendorong perusahaan teknologi andalannya untuk membangun alternatif domestik. Pendiri DeepSeek, Liang Wenfeng, dalam wawancara langka dengan media China pada 2024 pernah menyebut kontrol ekspor chip sebagai tantangan tersendiri bagi perusahaannya.
DeepSeek diketahui selama ini menggunakan kombinasi chip Nvidia dan Huawei dalam operasionalnya. Perusahaan tersebut mengungkapkan bahwa model dasar yang menjadi fondasi R1, model penalaran yang performa murahnya sempat memicu gejolak di pasar saham teknologi Amerika Serikat pada Januari 2025, dilatih menggunakan chip H800 milik Nvidia yang dirancang khusus untuk pasar China sebelum akhirnya dilarang oleh Washington pada akhir 2023.
Sejak saat itu, DeepSeek semakin bergantung pada chip Huawei. Pada April lalu, perusahaan ini merilis model V4 yang diadaptasi khusus untuk chip Ascend milik Huawei, dan Huawei mengonfirmasi bahwa prosesornya turut digunakan dalam sebagian proses pelatihan V4-Flash, versi model yang lebih ringan. Pesanan terhadap chip Ascend 950 milik Huawei dari konglomerat teknologi China melonjak setelah peluncuran model tersebut.
Tantangan Manufaktur dan Pendanaan Baru
Meski menyasar segmen inferensi yang menjadi kebutuhan komputasi AI dengan pertumbuhan paling pesat, tidak ada jaminan bahwa upaya DeepSeek ini akan berhasil. Merancang chip AI yang kompetitif umumnya membutuhkan waktu bertahun-tahun serta modal yang besar, sementara proses manufaktur menghadapi hambatan tersendiri akibat larangan Amerika Serikat terhadap perancang chip asal China untuk mengakses fasilitas foundry paling canggih di luar negeri.
Selain itu, pembatasan terpisah dari Amerika Serikat turut memangkas akses China terhadap memori berbandwidth tinggi atau high-bandwidth memory, komponen yang krusial bagi chip inferensi AI. Kondisi ini menambah tingkat kesulitan bagi DeepSeek dalam merealisasikan rencana pengembangan chip miliknya secara mandiri.
Langkah DeepSeek mengembangkan chip ini muncul bersamaan dengan perubahan strategi pendanaan perusahaan, yang untuk pertama kalinya membuka diri terhadap modal dari luar. DeepSeek dijadwalkan mengumpulkan dana sebesar 7 miliar dolar AS dalam putaran pendanaan perdananya pada Juni lalu, dengan valuasi perusahaan diperkirakan berada di kisaran 52 miliar hingga 59 miliar dolar AS, membalikkan strategi perusahaan yang selama bertahun-tahun menolak investasi eksternal.
Dengan kombinasi tantangan manufaktur, tekanan geopolitik, dan langkah baru membuka diri terhadap pendanaan luar, upaya DeepSeek membangun chip AI sendiri akan menjadi salah satu perkembangan penting yang patut diamati dalam persaingan teknologi AI antara China dan Amerika Serikat ke depan.
Editor : ALengkongSumber : https://www.reuters.com/world/china/chinas-deepseek-developing-its-own-ai-chip-sources-say-2026-07-07/