Bisa Erupsi Tiba-tiba, Warga Tomohon Diminta Siapkan Masker dan Kacamata

Nur Fadilah • Dipublikasikan Selasa, 18 Juli 2023 | 19:30 WIB

Situasi kota tomohon dan lahar pijar dari kepundan gunung lokon
Situasi kota tomohon dan lahar pijar dari kepundan gunung lokon

JAGOSATU.COM
-Dalam Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral mengingatkan warga tentang potensi bahaya erupsi freatik Gunung Lokon di Kota Tomohon, Sulawesi Utara (Sulut).

Menurut Kepala Badan Geologi, Sugeng Mujiyanto, ancaman saat ini adalah terjadinya erupsi freatik secara tiba-tiba yang disebabkan oleh kontak uap magma dengan air hidrotermal, yang kemudian dapat diikuti oleh erupsi freatomagmatik-magmatik.

Laporan peningkatan aktivitas ini dibagikan oleh Ketua Pos PGA Lokon, Farid R Bina di Tomohon pada Senin, 17 Juli 2023.

Erupsi dapat menghasilkan lontaran material pijar berukuran lapili sampai bongkah dan hujan abu tebal, baik dengan atau tanpa aliran awan panas yang muncul secara tiba-tiba.
Baca Juga: Manfaat Oatmeal untuk Berat Badan dan Kesehatan Jantung

Sugeng mengajak masyarakat yang berada di sekitar alur Sungai Pasahapen untuk mewaspadai kemungkinan terjadinya awan panas.

Berdasarkan pengamatan visual aktivitas Gunung Lokon, terlihat asap berwarna putih yang tipis hingga tebal dengan tinggi maksimum sekira 500 meter di atas kawah.

Gempa yang terjadi di Gunung Lokon didominasi oleh gempa vulkanik dangkal (VB) dan gempa embusan.

Berdasarkan data rekaman gempa, terlihat adanya peningkatan yang signifikan sejak 13 Juni 2023 pukul 18:50 WITA.

Baca Juga: Di Masjid Bir Ali, Rasakan Sensasi Makan Kurma Langsung dari Pohonnya

Gempa tremor dengan amplitudo maksimum 28 milimeter dan durasi gempa 7.200 detik tercatat dalam data tersebut.

Jumlah gempa hingga 16 Juli 2023 masih tinggi dibanding sebelum Juni 2023.

Hal ini menunjukkan adanya peningkatan aktivitas vulkanik di permukaan setelah terjadi gempa tremor.

Sugeng menambahkan, ancaman bahaya saat ini adalah terjadinya erupsi freatik hingga magmatik dengan atau tanpa aliran awan panas yang muncul secara tiba-tiba.

Baca Juga: ASN Luar Jawa, MenPAN-RB Permudah Naik Pangkat

Musim hujan masih berlangsung di sekitar Gunung Lokon.

Oleh karena itu masyarakat diimbau untuk mewaspadai terjadinya lahar hujan di alur Sungai Pasahapen dan sungai lain yang berhulu di puncak Gunung Lokon.

Penilaian hasil evaluasi aktivitas vulkanik secara visual dan instrumental menunjukkan adanya peningkatan aktivitas vulkanik.

Oleh karena itu, tingkat aktivitas Gunung Lokon ditingkatkan dari level II (waspada) menjadi level III (siaga) mulai tanggal 17 Juli 2023 pukul 18:00 WITA.

Kepala Badan Geologi PVMBG, Sugeng Mujiyanto mengimbau agar masyarakat atau wisatawan yang berada di sekitar kawah Tompaluan dari gunung berapi tersebut untuk menjauh.

"Dalam tingkat aktivitas Level III (Siaga) masyarakat atau wisatawan tidak diperbolehkan beraktivitas dan mendekati area dalam radius 2,5 km dari kawah Tompaluan (pusat aktivitas)," ujar Sugeng dikutip dari laman resmi PVMBG ESDM, Selasa (18/7/2023).

Sugeng mengungkapkan potensi siaga ini dapat berakibat adanya letusan dan hujan abu.

Oleh sebab itu, dia mengungkapkan jika terjadi potensi tersebut, masyarakat diharapkan memakai pelindung hidung, mulut (masker) dan kacamata.

"Ancaman bahaya untuk saat ini terjadinya letusan freatik hingga magmatik dengan atau tanpa diikuti aliran awan panas letusan secara tiba-tiba," katanya lagi.

Sekadar informasi, erupsi freatik merupakan letusan akibat kontak uap magma dengan air hidrotermal secara tiba-tiba dan dapat diikuti dengan erupsi freatomagmatik-magmatik.

Letusan-letusan dapat disertai dengan lontaran material pijar berukuran lapili sampai bongkah dan hujan abu tebal dengan atau tanpa diikuti aliran awan panas letusan secara tiba-tiba.

"Masyarakat yang berada di sekitar alur Sungai Pasahapen agar mewaspadai terjadinya awan panas," ujar Sugeng. "Batuan terdiri dari material letusan yang bersifat lepas, mudah terbawa oleh aliran air yang berkembang menjadi lahar hujan," jelasnya.(mpd)

Editor : Nur Fadilah
Tomohon erupsi Gunung Lokon Tomohon