JAGOSATU.COM - Frekuensi gempa vulkanik dangkal di gunung api Lokon di Kota Tomohon, Sulawesi Utara (Sulut) mengalami lonjakan.
Muncul ancaman erupsi yang efeknya akan langsung mengguncang Kota Bunga itu.
Apalagi petugas mencatat puluhan kali getaran vulkanik terjadi dalam beberapa hari terakhir, sebagaimana dilansir Kantor Berita Antara.
Pemerintah Kota Tomohon bergerak cepat dan menetapkan status gunung api pada Level II atau Waspada. Antara lain diminta mengosongkan area rawan langsung untuk mencegah potensi bahaya yang mengincar warga di kaki gunung. “Fluktuatif (kegempaan), masih bagian dari rangkaian peningkatan kegempaan beberapa waktu lalu,” kata Ketua Pos PGA Lokon, Armando Manguleh, Sabtu (26/9/2026).
Petugas juga sudah melarang warga dan aktivitas wisata pada radius minimal 1,5 Kilometer.
Diimbau kepada masyarakat serta wisatawan agar menjauhi Kawah Tompaluan. Dilarang keras beraktivitas dalam radius aman 1,5 kilometer dari pusat kawah.
Peringatan ini bertujuan mengantisipasi letusan mendadak dan semburan gas beracun.
Warga sekitar wajib menyiapkan masker dan kacamata pelindung. Ini penting untuk mengantisipasi potensi paparan hujan abu vulkanik di luar rumah.
Rekaman gempa vulkanik dangkal menunjukkan tren peningkatan yang signifikan dari kondisi biasa. Angka ini melonjak jauh di atas batas frekuensi normal gunung tersebut.
Tim ahli terus memantau pergerakan magma dari dalam perut bumi secara ketat.
Warga Tomohon diminta tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan. Kepolisian dan petugas lapangan kini bersiap mengantisipasi perubahan status gunung secara cepat. ‘’Setidaknya kita lakukan antisipasi dini agar terhindar dari hal-hal yang tidak kita inginkan bersama. Agar semua mematuhi peringatan ini,’’ tulis petugas.(ant/dbs)
Editor : Hairil Paputungan