Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pembahasan KUA-PPAS APBD Perubahan, Fraksi Golkar dan Demokrat Walk Out

H
Kantor DPRD Kota Bitung. (Foto: Dok Instimewa)
Kantor DPRD Kota Bitung. (Foto: Dok Instimewa)

Advertisement

 

JAGOSATU.COM - Rapat  pembahasan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) antara Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kota Bitung bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) diwarnai dengan aksi walk out.

Menurut sumber resmi, dua yang memilih walk out yaitu Fraksi Golkar dan Demokrat.

"Anggota Banggar yang juga selaku ketua fraksi tersebut kecewa karena tidak dilibatkan dalam pembahasan sejak awal," ungkap sumber yang meminta namanya tidak disebutkan.

Dijelaskan, memang sebelum mengikuti rapat Banggar, keduanya harus ikut rapat bersama Badan Pembentukan Perda (Bapemperda) di ruang paripurna. Sehingga mereka terlambat dan tidak ikut dalam pembahasan sejak awal dalam rapat Banggar.

"Jadi ketika mereka bergabung dalam rapat Banggar yang digelar di lantai dua ruang pimpinan, ternyata draf KUA telah disahkan dan sementara berlangsung pembahasan PPAS. Di situlah mereka kecewa dan memilih keluar dari ruang rapat," jelas sumber.

Ditambahkan, maka kedua anggota Banggar tersebut meminta untuk pembahasan KUA harus dilakukan lagi dan jangan dulu disahkan.

"Mereka meminta pimpinan DPRD untuk jangan dulu ada pengesahan KUA dan jangan dulu lanjut di pembahasan PPAS," tambahnya.

Sementara itu, Ketua Fraksi Golkar Cherry Iren Mamesah ketika dikonfirmasi mengatakan, bahwa dirinya pulang lebih awal karena izin sakit perut.

"Saya pulang lebih awal karena sakit perut," ujarnya.

Ketika ditanya terkait tidak dilibatkannya dalam pembahasan KUA sampai pada pengesahan, ia enggan menanggapi.

"No comment kalau soal itu," tandasnya.

Selang beberapa menit kemudian, terlihat Ketua Fraksi Demokrat Frangky Julianto terlihat keluar ruangan bersama Tenaga Ahli Traksi Demokrat, Max Purukan, keluar dari ruang rapat Banggar.

Dari pantauan, juga terlihat sejumlah anggota TAPD, para Asisten dan Sekretaris Kota Bitung Ign Rudy Theno selaku Ketua TAPD juga keluar dan meninggalkan kantor DPRD.

"Mau pulang, karena ada ibadah kolom," ujar Rudy.

Nanti sekitar pukul 18.00, pimpinan DPRD yakni Ketua Vivi Ganap, Wakil Ketua 1 Ronald Kansil dan Keagen Kojoh, Wakil Ketua 2, bersama anggota Banggar lainny, Imran Lakodi juga meninggalkan kantor DPRD.

Sementara itu, anggota Banggar lainnya Alexander Wenas kepada sejumlah wartawan mengatakan, proses pembahasan dokumen KUA Perubahan sudah sesuai dengan mekanisme.

"Pembahasan ini merupakan lanjutan dari pembahasan sebelumnya. Bahkan telah disepakati, pembahasan dilanjutkan hari ini (kemarin, red) sejak pukul 14.00 wita tadi," katanya.

Sehingga menurut Alexander, kalau pembahasan tercepat itu merupakan hal yang wajar. Sebab sebagian dari dokumen sudah sempat dibahas sesuai dengan mekanisme yang berlaku.

"Tidak elok juga jika dipersoalkan, fokus saja di dokumen PAAS," katanya.

Advertisement

Artikel Terkait

5 Fraksi DPRD Kota Bitung Setuju Ranperda Penyertaan Modal PAM Duasudara

5 Fraksi DPRD Kota Bitung Setuju Ranperda Penyertaan Modal PAM Duasudara

Seluruh fraksi di DPRD Kota Bitung menyetujui Ranperda Penyertaan Modal PAM Duasudara Bitung.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer