
JAGOSATU.COM - Indonesia, Filipina, dan Jepang memperkuat kerja sama dalam penanganan pencemaran laut melalui pelaksanaan Regional Marine Pollution Exercise (MARPOLEX) 2026 di Kota Bitung, Sulawesi Utara. Hal itu dikatakan Plt. Direktur KPLP Dr. Triono, S.Pel MM MH, usai pelaksanaan upacara penyambutan delegasi Filipina dan Jepang di dermaga Pelabuhan Samudera Bitung, Kamis (08/10/2026).
Kegiatan MARPOLEX dilaksanakan secara rutin setiap dua tahun dan menjadi sarana bagi negara-negara peserta untuk meningkatkan kesiapsiagaan serta kemampuan dalam menangani insiden pencemaran laut, khususnya akibat tumpahan minyak.
Triono menjelaskan, pelaksanaan MARPOLEX merupakan bagian dari upaya menyamakan prosedur operasional standar (Standard Operating Procedure/SOP) antara Indonesia, Filipina, dan Jepang apabila terjadi insiden pencemaran di laut.
"MARPOLEX ini kita laksanakan satu kali dalam dua tahun. Sebelumnya dilaksanakan di Filipina, dan sekarang giliran Indonesia. Tujuannya untuk melaksanakan kerja sama penanganan marine pollution, apabila terjadi insiden minyak di laut," jelasnya.
Menurutnya, salah satu hal penting dalam latihan tersebut adalah memastikan ketiga negara memiliki SOP yang selaras sehingga koordinasi dan penanganan dapat dilakukan secara cepat dan efektif ketika terjadi pencemaran laut.
"Ini merupakan perwujudan kerja sama negara-negara yang senantiasa memberikan perhatian terhadap apabila terjadi pencemaran di laut, sehingga SOP-nya bisa sama," kata Triono.
Lanjut Triono, alasan Kota Bitung dipilih sebagai lokasi pelaksanaan MARPOLEX 2026 karena dinilai memiliki posisi strategis. Letaknya yang relatif dekat dengan Filipina menjadi salah satu pertimbangan penting dalam menentukan lokasi latihan.
"Memang karena Filipina dekat dengan Bitung. Jadi ini adalah salah satu tempat yang strategis untuk dilaksanakan," ujarnya.
Melalui pelaksanaan MARPOLEX 2026, kerja sama regional diharapkan semakin kuat, tidak hanya dalam penanganan pencemaran laut, tetapi juga dalam upaya menjaga keamanan dan kelestarian wilayah perairan masing-masing negara.
"Pelaksanaan MARPOLEX 2026 juga mendapat perhatian dari Amerika Serikat. Dalam kegiatan tersebut, turut hadir perwakilan US Coast Guard yang mengamati pelaksanaan latihan serta bentuk kerja sama negara-negara di kawasan Asia dalam menghadapi ancaman pencemaran laut," tandasnya.
Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum bagi Indonesia untuk memperkuat kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi insiden pencemaran laut serta meningkatkan koordinasi dengan negara-negara tetangga, khususnya Filipina dan Jepang.(hry)



