
JAGOSATU.COM - Jika tak ada aral melintang, Bandar Udara di Lolak Kabupaten Bolaang Mongondow, baru akan mulai beroperasi pada 2024 mendatang. Itu prakiraan yang dilontarkan Bupati Bolmong Dra Hj Yasti Soepredjo Mokoagow, menyimak dari termin anggaran yang dikeluarkan Kementrian Perhubungan.
‘’Rinciannya begini. Pada 2016 keluar SK Penetapan Pembangunan Bandara yang kala itu Menteri Perhubungan dijabat Pak Ignatius Jonan. Mulai proses pembangunan 2018. Nilai awal itu Rp18,4 Miliar (lihat tabel grafis). Nah, total Pagu anggaran itu Rp418,9 Miliar. Dan pembangunannya hingga 2024,’’ urai YSM, singkatan namanya.
Bandara ini untuk tahap awal pembangunan runway adalah 1400 Meter. Kedepan, sebagaimana yang ditegaskan YSM, runway akan mencapai panjang 2700 meter. Itu karena lahan yang sudah dibebaskan saat ini adalah seluas 460 hektare. Untuk bisa memperoleh status sebagai Bandara Internasional, maka runway minimal adalah 3000 meter. Untuk mencapai panjang runway itu masih dibutuhkan sedikitnya 72 hektare. ‘’Ini yang sementara kita proses negosiasi untuk pembebasan lahan,’’ bebernya.
YSM tahu persis masalah ini sebab ia sendiri yang mengusulkan pada waktu menjadi Anggota DPR RI di Komisi V. Sebelum menjabat Bupati 2017, SK Penetapan Bandara sudah keluar. Yaitu pada 2016.
‘’Progres bandara setiap saat kita laporkan. Sebetulnya mungkin bisa lebih cepat selesai, tidak sampai 2024. Tapi karena terhadang pandemi, sejak 2020 hingga 2021, anggaran agak menurun. Karena proyek multi years, maka pada 2021, naik lagi menjadi Rp121 Miliar lebih. Semoga pandemi cepat berlalu agar Bandara kita kelar 2024,’’ tuturnya. ‘’Karena saya di Komisi V ketika di DPR RI, jadi saya tahu persis risalahnya,’’ ucap mantan Ketua Komisi V DPR RI itu.
Anggaran pada 2021 bersumber dari SBSN (Surat Berharga Syariah Negara). Yaitu dana pinjaman oleh negara, tidak melulu murni dari APBN.
Bandara yang diberi nama Bandara Loloda Mokoagow, Raja Pertama di Bolmong, ini di bawah Unit Pelaksana Teknis Bandara Naha, bersama Bandara Sitaro. Itu instansi vertikal Kementerian Perhubungan.
Anggota Komisi V DPR RI 2019-2024 Hi Herson Mayulu S.IP menyebut bahwa Bandara Lolak merupakan salah satu dari sepuluh bandara yang diberi label prioritas untuk dituntaskan pembangunannya pada 2024.
H2M, singkatan namanya, menyampaikan itu seperti dikutip Yudistira Nusrin, Staf Ahli H2M kepada media.
“Mekanisme pembangunannya dilakukan secara multi years dengan total anggaran sebesar kurang lebih Rp400 Miliar. Untuk 2022, Bandara Lolak memperoleh alokasi anggaran sebesar 140 Miliar, yang melekat pada DIPA Bandara Naha,” jelas Yudistira.
Komisi V DPR RI ada mekanisme koordinasi dan sinkronisasi usulan pembangunan di daerah pemilihan antara Kementrian sebagai mitra kerja dengan anggota-anggota DPR Komisi V.
Menurut H2M masih sebagaimana dikutip Yudistira, bahwa pembangunan bandara Lolak juga menjadi fokus perhatian Gubernur Olly Dondokambey. ‘’Proses pembangunannya tidak lepas dari perencanaan dan dukungan pak Gubernur. Demikian pula dari Pemkab Bolaang Mongondow,’’ tutupnya.(MPD)
