Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Gubernur The Fed Stephen Miran Desak Pemangkasan Suku Bunga, Pasar Langsung Geger

A

Photo
Photo


Advertisement

Jagosatu.com – Gubernur Federal Reserve, Stephen Miran, kembali menjadi sorotan setelah menyerukan pelonggaran kebijakan moneter AS.

Menurut laporan dari IndoPremier News, Miran menilai kebijakan The Fed saat ini terlalu ketat untuk kondisi ekonomi AS yang sudah melambat.

Ia menilai The Fed terlalu fokus pada data inflasi yang disebutnya “lagging”, atau tertinggal dari kondisi nyata di lapangan.

Advertisement

Miran mengatakan, jika kebijakan tidak segera dilonggarkan, pasar tenaga kerja bisa terpukul lebih dalam.

Istilah kebijakan moneter “ketat” berarti suku bunga tinggi dan peredaran uang di masyarakat dibatasi.

Hal itu biasanya dilakukan untuk menekan inflasi, tetapi efek sampingnya bisa memperlambat pertumbuhan ekonomi.

Menurut Miran, inflasi AS sebenarnya sudah mulai menurun sejak awal 2025.

Namun The Fed belum menurunkan suku bunga karena masih menunggu data inflasi resmi yang baru keluar beberapa bulan kemudian.

Keterlambatan data ini membuat keputusan The Fed tidak sinkron dengan kondisi pasar sebenarnya.

Beberapa analis mendukung pandangan Miran karena ekonomi AS memang menunjukkan tanda-tanda pelemahan konsumsi rumah tangga.

Tingkat pengangguran juga sedikit naik, menandakan daya beli masyarakat mulai turun.

Jika bunga tinggi terus dipertahankan, kredit akan semakin mahal dan investasi baru bisa menurun.

Miran mengusulkan agar suku bunga mulai diturunkan secara bertahap sebelum akhir 2025.

Ia menilai langkah ini penting agar pasar saham dan real estate tidak jatuh terlalu dalam.

Namun, sebagian anggota The Fed masih menilai kebijakan ketat harus dijaga sampai inflasi benar-benar stabil di bawah 2 %.

Perdebatan ini membuat pasar global menunggu sinyal jelas dari rapat Federal Open Market Committee (FOMC) berikutnya.

Pelaku pasar menilai, jika The Fed turun bunga, maka dolar AS bisa melemah dan negara berkembang diuntungkan.

Termasuk Indonesia yang bisa mendapat aliran modal asing baru.

Kebijakan The Fed selalu menjadi patokan karena memengaruhi arah ekonomi dunia.

Oleh karena itu, pernyataan Miran langsung membuat pasar saham dan obligasi bereaksi cepat.

Investor kini menanti apakah Ketua The Fed, Jerome Powell, akan menanggapi usulan Miran itu dalam waktu dekat.

(J)

Advertisement

Artikel Terkait

Harga Minyakita Mulai Merangkak Naik, Pemerintah Daerah Pantau Dampak Kenaikan HET

Harga Minyakita Mulai Merangkak Naik, Pemerintah Daerah Pantau Dampak Kenaikan HET

Harga Minyakita mulai naik di pasaran, menyusul rencana pemerintah pusat menaikkan HET akibat kenaikan harga CPO. Pemerintah daerah pantau dampak kenaikan ini.

IHSG Volatil, Emiten Fundamental Kuat Berpeluang Jadi Motor Rebound Saat Pasar Pulih

IHSG Volatil, Emiten Fundamental Kuat Berpeluang Jadi Motor Rebound Saat Pasar Pulih

IHSG dibuka volatil di Jakarta, namun Ekonom INDEF Rizal Taufikurahman menilai emiten fundamental kuat berpeluang jadi motor rebound saat pasar pulih dan modal asing masuk kembali.

Emas Perhiasan-Pangan Pendongkrak Inflasi April

Emas Perhiasan-Pangan Pendongkrak Inflasi April

Laju inflasi tahunan pada April 2026 tercatat sebesar 2,42 persen. Kenaikan harga terutama dipicu kelompok makanan, minuman, dan tembakau serta perawatan pribadi dan jasa lainnya, dengan komoditas utama pangan dan emas..

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer