Harga Bawang Merah Melonjak 10 Persen di Banyuwangi, Imbas Kenaikan BBM Non-Subsidi

Harga bawang merah di pasar tradisional Banyuwangi, Jawa Timur, mengalami lonjakan signifikan hingga 10 persen menyusul kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi.
Kondisi ini memicu kekhawatiran akan stabilitas harga kebutuhan pokok menjelang pertengahan tahun.
Menurut laporan Radar Banyuwangi, kenaikan harga ini tidak hanya menimpa bawang merah, tetapi juga merambat ke sejumlah komoditas strategis lainnya.
Beras, cabai, gula, dan minyak goreng terpantau ikut mengalami peningkatan harga di tingkat konsumen.
Fenomena ini mengindikasikan adanya efek domino dari penyesuaian harga BBM non-subsidi yang baru-baru ini diberlakukan.
Biaya transportasi logistik yang lebih tinggi menjadi salah satu faktor utama pendorong kenaikan harga barang di pasaran.
Pedagang di pasar Banyuwangi melaporkan bahwa kenaikan harga bawang merah terjadi secara bertahap dalam beberapa hari terakhir.
Dari pantauan di lapangan, harga rata-rata bawang merah kini berada di kisaran yang lebih tinggi dibandingkan pekan sebelumnya.
Kenaikan harga komoditas pangan ini tentu saja membebani daya beli masyarakat, terutama bagi rumah tangga dengan pendapatan menengah ke bawah.
Anggaran belanja kebutuhan pokok menjadi lebih besar, mengurangi alokasi untuk pos pengeluaran lainnya.


