Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kementan Proyeksikan Produksi Padi Nasional Naik di Semester I 2026, Waspada Cuaca dan Air

A
Penulis: ALengkong❯
Petani mengamati sawah padi di Indonesia. Kementerian Pertanian memproyeksikan peningkatan produksi padi nasional di paruh pertama 2026, namun tetap mewaspadai faktor cuaca dan air.
Petani mengamati sawah padi di Indonesia. Kementerian Pertanian memproyeksikan peningkatan produksi padi nasional di paruh pertama 2026, namun tetap mewaspadai faktor cuaca dan air.

Advertisement

Jagosatu.com - Kementerian Pertanian Republik Indonesia (Kementan) memproyeksikan peningkatan produksi padi nasional pada periode Januari hingga Juni 2026, dengan total Gabah Kering Giling (GKG) diperkirakan mencapai 33,52 juta ton.

Angka proyeksi tersebut menunjukkan kenaikan signifikan sebesar 0,09 juta ton atau setara dengan 0,26 persen dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya, menurut data resmi Kementan.

Meski demikian, Kementan tetap mengingatkan perlunya kewaspadaan terhadap faktor cuaca dan kondisi sumber daya air yang dapat memengaruhi keberlanjutan produksi di masa mendatang, demikian disampaikan oleh Ateng dari Kementan.

Advertisement

Secara lebih rinci, produksi padi pada Maret 2026 diperkirakan mencapai 8,75 juta ton GKG. Sementara itu, potensi produksi untuk periode April hingga Juni 2026 diproyeksikan sebesar 16,68 juta ton GKG, berdasarkan hasil Survei Kerangka Sampel Area (KSA) Maret 2026.

Selain Gabah Kering Giling, Kementan juga merilis proyeksi produksi dalam bentuk Gabah Kering Panen (GKP) untuk paruh pertama tahun 2026.

Total produksi GKP pada Januari hingga Juni 2026 diperkirakan mencapai 40,08 juta ton. Angka ini menunjukkan peningkatan sebesar 0,14 juta ton atau 0,35 persen dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2025.

Advertisement

Pada periode Januari-Juni 2025, produksi GKP tercatat sebesar 39,94 juta ton, sehingga proyeksi tahun ini menunjukkan tren positif dalam upaya menjaga ketahanan pangan nasional.

Kewaspadaan terhadap faktor cuaca dan ketersediaan air menjadi krusial mengingat Indonesia sebagai negara agraris sangat bergantung pada kondisi iklim yang stabil untuk sektor pertanian.

Kementerian Pertanian terus berupaya memperkuat sektor pertanian melalui berbagai program, termasuk bimbingan teknis bagi petani dan kolaborasi dengan kementerian lain untuk memastikan ketersediaan air.

Proyeksi peningkatan produksi ini diharapkan dapat menjadi fondasi kuat bagi stabilitas pasokan pangan nasional, sekaligus mendorong optimisme di tengah tantangan global.
Sumber: Kementerian Pertanian Republik Indonesia

Advertisement

Artikel Terkait

Kementerian Pertanian Beri Bantuan 56 Ribu Unit Pompa Air untuk Hadapi Kemarau Panjang

Kementerian Pertanian Beri Bantuan 56 Ribu Unit Pompa Air untuk Hadapi Kemarau Panjang

Musim kemarau panjang sudah melanda Indonesia. Di banyak daerah, hujan sudah beberapa pekan belum mengguyur. Pemerintah memberikan perhatian ke sektor pertanian supaya tetap bisa produksi. Caranya dengan menyiapkan....

Deflasi Komoditas Pangan Tahan Laju Inflasi April 2026 di Angka 0,13 Persen

Deflasi Komoditas Pangan Tahan Laju Inflasi April 2026 di Angka 0,13 Persen

Penurunan harga daging ayam ras, telur ayam ras, dan cabai menjadi penahan utama laju inflasi April 2026 yang tercatat sebesar 0,13 persen secara bulanan, menurut data BPS.

Kementan Pangkas Harga Pupuk Bersubsidi 20% untuk Jaga Ketahanan Pangan Nasional

Kementan Pangkas Harga Pupuk Bersubsidi 20% untuk Jaga Ketahanan Pangan Nasional

Kementerian Pertanian memangkas harga pupuk bersubsidi sebesar 20 persen untuk semua jenis pupuk, sebagai respons terhadap lonjakan harga global dan ancaman krisis pangan akibat konflik Timur Tengah serta pembatasan eksp

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer