Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Minyak Mentah Rusia Segera Masuk Indonesia

P
Bahlil Lahadalia
Bahlil Lahadalia

Advertisement

 

JAKARTA – Pemerintah mempercepat langkah diversifikasi pasokan energi nasional di tengah ketidakpastian geopolitik global. Setelah negosiasi rampung, impor minyak mentah (crude oil) dari Rusia dipastikan segera terealisasi dalam waktu dekat.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan, kontrak kerja sama impor minyak Rusia telah selesai dibahas. Saat ini, pemerintah tinggal menyelesaikan aspek teknis pengiriman sebelum pasokan pertama masuk ke Indonesia. "Mungkin satu dua minggu ini sudah sampai," ujar Bahlil di Jakarta kemarin (12/5).

Advertisement

Impor tersebut merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto seusai pertemuan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin. Dalam kerja sama itu, Indonesia disebut bakal memperoleh pasokan minyak mentah hingga 150 juta barel sepanjang tahun ini. Menurut Bahlil, diversifikasi sumber energi menjadi langkah penting agar Indonesia tidak bergantung pada satu negara pemasok di tengah gejolak geopolitik dunia.

"Dalam posisi geopolitik yang tidak menentu, kita tidak bisa hanya mengharapkan satu negara. Jadi harus ada diversifikasi," katanya.

Selain crude oil, pemerintah juga tengah memfinalisasi rencana impor liquefied petroleum gas (LPG) dari Rusia. Langkah itu dilakukan untuk memenuhi kebutuhan LPG domestik yang terus meningkat dari tahun ke tahun.

Advertisement

Bahlil menjelaskan, kebutuhan LPG nasional diperkirakan mencapai sekitar 10 juta ton per tahun. Sementara produksi dalam negeri baru berada di kisaran 1,6 juta ton. "Karena itu kita mencari pasar-pasar baru, termasuk Rusia. Untuk LPG sekarang sudah dalam taraf finalisasi," imbuhnya.

Buka Opsi Penyesuaian Mandatori B50

Sementara itu, pemerintah memastikan implementasi mandatori biodiesel B50 tetap ditargetkan mulai berlaku 1 Juli 2026. Namun, jadwal tersebut masih bergantung pada hasil uji coba teknis yang saat ini berlangsung di berbagai sektor.

Bahlil mengungkapkan, pengujian B50 dilakukan pada sektor otomotif, kapal laut, alat berat tambang, alat pertanian, kereta api, hingga pembangkit listrik. Pemerintah ingin memastikan penggunaan campuran biodiesel 50 persen itu aman bagi mesin dan operasional. "Kalau sesuai schedule dan tidak ada masalah, 1 Juli penerapannya. Tapi kalau dalam uji coba ada persoalan pada mesin, tentu akan dilakukan penyesuaian," ucapnya. (bry/dio)

Advertisement
Editor : Pratama Karamoy
Sumber : Koran Jawa Pos

Artikel Terkait

Pengamat: Kompor Listrik Belum Jawab Kelangkaan LPG, Dinilai Lebih Tepat sebagai Solusi Jangka Panjang

Pengamat: Kompor Listrik Belum Jawab Kelangkaan LPG, Dinilai Lebih Tepat sebagai Solusi Jangka Panjang

Program konversi kompor listrik yang diwacanakan pemerintah dinilai belum menjadi solusi untuk mengatasi kelangkaan LPG bersubsidi yang terjadi saat ini. Kebijakan tersebut dianggap lebih efektif sebagai langkah jangka..

Petani Tebu Desak HPP Gula Naik

Petani Tebu Desak HPP Gula Naik

Petani tebu menuntut harga pokok penjualan (HPP) gula naik. Dewan Pimpinan Nasional Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (DPN APTRI) mendesak HPP segera dinaikkan menjadi Rp 16.875 per kilogram di tengah anjloknya harga

Empat Pelaku Rudapaksa Massal di Sampang Dituntut 4 Tahun Penjara

Empat Pelaku Rudapaksa Massal di Sampang Dituntut 4 Tahun Penjara

Penanganan kasus dugaan rudapaksa terhadap anak perempuan di bawah umur yang melibatkan 27 terduga pelaku di Sampang masih berlangsung. Dari 10 tersangka yang telah diamankan, enam di antaranya sudah disidang....

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer