Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Dolar Bisa Tembus Rp17.000? Prediksi Baru Ini Bikin Ekonomi RI Deg-degan!

A

Photo
Photo


Advertisement

Jagosatu.com - Prediksi kenaikan nilai tukar dolar ke Rp17.000 per USD membuat banyak pelaku ekonomi di Indonesia semakin waspada.

Kenaikan dolar ini dianggap bisa mempengaruhi harga berbagai barang impor di dalam negeri.

Menurut analisis Digivestasi, dolar berpotensi tembus Rp17.000 karena kondisi global yang belum stabil.

Advertisement

Faktor seperti ketegangan geopolitik dan perlambatan ekonomi dunia ikut menjadi penyebabnya.

Para ekonom menyebut bahwa kenaikan dolar akan membuat biaya impor bahan baku menjadi lebih mahal.

Jika biaya impor naik, maka harga barang di dalam negeri juga ikut terdorong naik.

Advertisement

Kondisi ini bisa memicu inflasi yang lebih tinggi dari yang diperkirakan sebelumnya.

Menurut beberapa pengamat, masyarakat harus mulai bersiap menghadapi lonjakan harga barang kebutuhan pokok.

Pemerintah juga disebut perlu menyiapkan kebijakan antisipasi yang cepat dan tepat.

Kenaikan dolar yang terlalu tinggi dapat menekan daya beli masyarakat.

Pelaku usaha kecil dan menengah juga ikut terkena imbasnya karena biaya produksi otomatis meningkat.

Di beberapa sektor industri, kenaikan biaya bahan baku bisa menyebabkan berkurangnya jumlah produksi.

Menurut laporan Digivestasi, pasar sedang menunggu bagaimana respons Bank Indonesia terhadap potensi lonjakan tersebut.

Biasanya, Bank Indonesia menjaga kestabilan nilai tukar dengan intervensi pasar dan kebijakan moneter.

Namun, kondisi pasar global yang sangat dinamis membuat langkah antisipasi harus lebih hati-hati.

Jika BI menaikkan suku bunga untuk menahan pelemahan rupiah, maka kredit bisa menjadi lebih mahal.

Kredit yang mahal dapat menghambat pertumbuhan usaha kecil dan menengah.

Ekonom juga mengatakan bahwa masyarakat harus lebih cermat mengatur pengeluaran untuk menghindari tekanan inflasi.

Pelaku pasar berharap ada kebijakan baru yang bisa menahan volatilitas nilai tukar.

Kenaikan dolar ini menjadi pengingat bahwa kondisi ekonomi global bisa memberi dampak besar pada Indonesia.

Semua pihak kini diminta tetap tenang namun waspada menghadapi situasi yang tidak pasti ini. (J)

Advertisement
Editor : ALengkong
Sumber : Digivestasi

Artikel Terkait

Pendapatan Telkom Turun, tapi Laba Tetap Terjaga

Pendapatan Telkom Turun, tapi Laba Tetap Terjaga

PT Telkom Indonesia Tbk (Telkom) menutup tahun buku 2025 dengan tekanan pada sisi pendapatan. Meskipun demikian, perusahaan pelat merah tersebut masih mampu menjaga profitabilitas di tengah ketatnya kompetisi industri...

Vanda Sarundajang: FPSL Dorong Bitung Menuju Kota Wisata

Vanda Sarundajang: FPSL Dorong Bitung Menuju Kota Wisata

FPSL merupakan sarana melestarikan budaya, serta peningkatan ekonomi masyarakat melalui sektor UMKM serta Ekraf.

Pemerintah Kejar Pertumbuhan 5,8-6,5 Persen di 2027, Andalkan Investasi dan Konsumsi

Pemerintah Kejar Pertumbuhan 5,8-6,5 Persen di 2027, Andalkan Investasi dan Konsumsi

Pemerintah mulai menyiapkan fondasi untuk mengejar target pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi dalam dua tahun ke depan. Pada 2027, ekonomi nasional dipatok tumbuh di kisaran 5,8-6,5 persen sebagai tahap awal menuju....

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer