Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Awas! Defisit Fiskal Indonesia Melebar Akhir 2025 — Apa Dampaknya ke Harga Barang?

A

Photo
Photo


Advertisement

Jagosatu.com - Menjelang akhir 2025, defisit fiskal Indonesia dilaporkan mengalami pelebaran menurut sebuah laporan ekonomi nasional.

Defisit fiskal adalah kondisi ketika pengeluaran negara lebih besar dari penerimaan negara.

Pelebaran defisit ini terjadi karena belanja pemerintah meningkat cukup besar sepanjang tahun.

Advertisement

Belanja tersebut mencakup subsidi energi, pembangunan infrastruktur, dan program strategis lainnya.

Menurut laporan tersebut, inflasi juga ikut memberi tekanan pada kondisi fiskal.

Inflasi yang meningkat membuat kebutuhan subsidi pemerintah ikut naik.

Advertisement

Jika inflasi tidak terkendali, harga barang bisa makin mahal dan membebani masyarakat.

Lembaga analisis ekonomi menyebutkan bahwa tekanan global turut memperburuk situasi.

Harga komoditas dunia yang naik membuat biaya impor meningkat.

Kondisi ini membuat pemerintah harus mengeluarkan dana lebih untuk menjaga harga stabil.

Di sisi lain, penerimaan negara belum tumbuh secepat pengeluaran.

Ini menjadi tantangan besar bagi pemerintah dalam menjaga keseimbangan fiskal.

Jika dibiarkan, defisit yang terlalu lebar bisa memengaruhi kekuatan anggaran negara.

Masyarakat bisa merasakan dampaknya dalam bentuk naiknya harga-harga kebutuhan.

Pemerintah perlu strategi ketat agar defisit tidak terus melebar di 2026.

Penguatan penerimaan negara bisa dilakukan melalui peningkatan pajak dan pendapatan non-pajak.

Namun kebijakan pajak harus tetap mempertimbangkan kondisi ekonomi masyarakat.

Sejumlah ahli memperingatkan perlunya efisiensi belanja pemerintah.

Belanja yang tepat sasaran akan membantu meringankan tekanan fiskal.

Masalah ini menjadi perhatian banyak ekonom menjelang tahun anggaran baru.

(J)

Advertisement
Editor : ALengkong
Sumber : Neraca

Artikel Terkait

Rasio Utang Naik, Purbaya Klaim APBN Tetap Aman

Rasio Utang Naik, Purbaya Klaim APBN Tetap Aman

Rasio utang pemerintah meningkat menjadi 40,54 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) pada 2025. Meski naik dibanding 39,81 persen pada 2024, pemerintah memastikan kondisi fiskal tetap aman. Alasannya, angka

Vanda Sarundajang: FPSL Dorong Bitung Menuju Kota Wisata

Vanda Sarundajang: FPSL Dorong Bitung Menuju Kota Wisata

FPSL merupakan sarana melestarikan budaya, serta peningkatan ekonomi masyarakat melalui sektor UMKM serta Ekraf.

Pemerintah Kejar Pertumbuhan 5,8-6,5 Persen di 2027, Andalkan Investasi dan Konsumsi

Pemerintah Kejar Pertumbuhan 5,8-6,5 Persen di 2027, Andalkan Investasi dan Konsumsi

Pemerintah mulai menyiapkan fondasi untuk mengejar target pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi dalam dua tahun ke depan. Pada 2027, ekonomi nasional dipatok tumbuh di kisaran 5,8-6,5 persen sebagai tahap awal menuju....

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer