Jagosatu.com - Game mobile kini menjadi bagian dari kehidupan banyak orang di seluruh dunia, terutama anak muda yang semakin sering bermain di ponsel mereka.
Menurut Game Marketing Genie, pada tahun 2024 game mobile menyumbang hampir 49 persen dari total pendapatan industri game global yang mencapai sekitar 92 miliar dolar Amerika.
Pendapatan dari pembelian dalam aplikasi (in-app purchase) pada game mobile juga terus naik, mencapai 81,7 miliar dolar Amerika di kuartal pertama tahun 2025, seperti yang dilaporkan oleh Reuters.
Genre game hybrid-casual yang menggabungkan gameplay sederhana dengan sistem perkembangan karakter semakin populer, tumbuh 3,4 persen dalam unduhan dan melonjak 37 persen dalam pendapatan pada 2024 menurut Mistplay.
Teknologi 5G dan cloud gaming membuat pengalaman bermain game mobile semakin cepat dan lancar, memungkinkan pemain untuk bermain di berbagai perangkat tanpa kehilangan kemajuan permainan.
Selain itu, teknologi augmented reality (AR) dan virtual reality (VR) mulai dimasukkan ke dalam game mobile, membuat pengalaman bermain jadi lebih nyata dan menyenangkan.
AI atau kecerdasan buatan kini juga digunakan untuk membuat permainan lebih personal dengan menyesuaikan tingkat kesulitan dan menawarkan konten yang sesuai dengan kebiasaan pemain.
Strategi LiveOps yang mengadakan event dalam game secara berkala dan menawarkan item khusus juga membantu membuat pemain tetap tertarik dan tidak cepat bosan.
Namun, bermain game mobile juga memiliki efek negatif yang perlu diperhatikan, terutama pada kesehatan mental dan fisik pemain.
Menurut Times of India, ada risiko kecanduan game mobile yang bisa menurunkan fokus dan rentang perhatian anak-anak dan remaja.
Baca Juga: Kolaborasi dan Event In-Game: Strategi Game Memikat Pemain di 2025
Masalah gangguan tidur juga sering dialami oleh pemain yang terlalu lama bermain terutama menjelang malam hari.
Mekanisme gacha yang sering ada dalam game mobile juga dapat menimbulkan perilaku mirip judi, membuat beberapa pemain kesulitan mengontrol pengeluaran mereka.
Di Indonesia, game lokal seperti Wardeka, yang dikembangkan oleh studio BigDade, mulai meraih perhatian dengan mengusung genre third-person shooter (TPS) yang menampilkan elemen budaya Indonesia.
Meski skala Wardeka belum sebesar game internasional populer, langkah ini menunjukkan bahwa pengembang lokal mampu mengikuti perkembangan teknologi dan tren global.
Selain dari sisi teknologi dan bisnis, game mobile juga membawa dampak sosial dengan membentuk komunitas pemain yang besar dan beragam.
Cross-platform dan cloud gaming juga menghubungkan pemain dari berbagai perangkat, membuat bermain jadi lebih fleksibel dan menyenangkan.
Namun, penting bagi orang tua dan pemain untuk membatasi waktu bermain agar tidak berdampak buruk pada kesehatan dan kehidupan sehari-hari.
Memahami baik sisi positif dan negatif dari game mobile membantu kita menggunakan teknologi ini secara bijak dan menguntungkan.
Dengan perkembangan teknologi dan konten yang terus diperbarui, game mobile akan terus menjadi hiburan utama bagi banyak orang di masa depan.
Para developer, termasuk BigDade dengan Wardeka, akan terus berinovasi agar game yang mereka buat dapat menarik lebih banyak pemain tanpa mengorbankan keseimbangan hidup mereka.
Jadi, main game di HP memang seru dan penuh inovasi, tapi kita juga harus sadar akan efek yang mungkin terjadi supaya bisa bermain dengan sehat dan cerdas (KT).
Editor : ALengkong