Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Tanda-tanda Kurang Tidur yang Kerap Tak Disadari, Termasuk Perubahan Berat Badan

A
Ilustrasi seorang wanita yang sedang tidur
Ilustrasi seorang wanita yang sedang tidur

Advertisement

JagoSatu.com - Kurang tidur sering kali dianggap hal biasa, padahal tubuh sebenarnya memberikan berbagai sinyal yang menandakan kebutuhan istirahat tidak terpenuhi. Tanda-tanda ini kerap muncul secara perlahan dan tidak selalu disadari, sehingga banyak orang mengabaikannya dalam kehidupan sehari-hari.

Salah satu dampak paling umum adalah rasa lelah yang berkepanjangan. Tubuh terasa kurang bertenaga meskipun tidak melakukan aktivitas berat. Kondisi ini terjadi karena tubuh tidak memiliki cukup waktu untuk memulihkan energi selama tidur.

Selain kelelahan fisik, kurang tidur juga berpengaruh pada kemampuan kognitif. Konsentrasi menjadi menurun, sulit fokus dalam bekerja, dan kemampuan mengingat informasi pun ikut terganggu. Akibatnya, produktivitas sehari-hari bisa mengalami penurunan.

Advertisement

Dari sisi emosional, kurang tidur dapat memicu perubahan suasana hati. Seseorang menjadi lebih mudah tersinggung, sensitif, bahkan cenderung merasa cemas atau stres. Hal ini berkaitan dengan ketidakseimbangan hormon yang dipengaruhi oleh kurangnya waktu istirahat.

Tanda lain yang sering tidak disadari adalah meningkatnya rasa lapar. Kurang tidur dapat mengganggu hormon yang mengatur nafsu makan, sehingga seseorang cenderung ingin mengonsumsi makanan lebih banyak, terutama makanan tinggi kalori.

Kondisi tersebut dalam jangka waktu tertentu dapat menyebabkan kenaikan berat badan. Tubuh yang kurang tidur juga cenderung memiliki metabolisme yang tidak optimal, sehingga proses pembakaran energi menjadi kurang efisien.

Advertisement

Tidak hanya itu, kurang tidur juga berdampak pada sistem kekebalan tubuh. Ketika waktu istirahat tidak cukup, kemampuan tubuh dalam melawan infeksi menurun, sehingga seseorang menjadi lebih rentan sakit.

Perubahan juga dapat terlihat pada kondisi kulit. Wajah bisa tampak lebih kusam, muncul lingkaran hitam di bawah mata, serta tanda-tanda kelelahan lainnya. Hal ini terjadi karena proses regenerasi sel kulit tidak berjalan maksimal saat waktu tidur berkurang.

Kurang tidur juga dapat memengaruhi keseimbangan hormon secara keseluruhan. Dampaknya tidak hanya dirasakan pada rasa lapar dan emosi, tetapi juga pada fungsi tubuh lainnya yang membutuhkan regulasi hormon yang stabil.

Dalam jangka panjang, kebiasaan kurang tidur dapat meningkatkan risiko berbagai masalah kesehatan. Mulai dari gangguan metabolisme hingga penurunan kualitas hidup secara umum dapat terjadi jika kondisi ini terus berlanjut tanpa perbaikan.

Advertisement

Artikel Terkait

Tren Lari Santai Kian Digemari, Pakar UGM Ungkap Manfaat dan Cara Aman Melakukannya

Tren Lari Santai Kian Digemari, Pakar UGM Ungkap Manfaat dan Cara Aman Melakukannya

Aktivitas lari santai atau slow jogging sedang menjadi tren di masyarakat. Pakar UGM membagikan tips persiapan dan manfaat kesehatannya.

Benarkah Teh Sama Menghidrasinya dengan Air Putih? Ini Penjelasan Pakar Kesehatan

Benarkah Teh Sama Menghidrasinya dengan Air Putih? Ini Penjelasan Pakar Kesehatan

Simak penjelasan para ahli gizi mengenai efektivitas teh dalam menghidrasi tubuh serta faktanya di balik kandungan kafein yang sering disalahartikan.

Makin Matang Buah Makin Manis, Apakah Kandungan Gulanya Juga Bertambah?

Makin Matang Buah Makin Manis, Apakah Kandungan Gulanya Juga Bertambah?

Makin matang buah terasa semakin manis di lidah, namun apakah kandungan gulanya benar-benar bertambah atau hanya berubah bentuk? Simak penjelasannya.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer