Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Tips Penting Saat Menderek Mobil, Jangan Sembarangan!

T
Tali derek mobil [Ilustrasi]
Tali derek mobil [Ilustrasi]

JAGOSATU.COM - Menghadapi situasi mobil mogok saat sedang berkendara bisa menjadi momen yang menyebalkan, terutama jika kejadian ini terjadi di tengah malam dan menimbulkan kepanikan karena tidak tahu harus bertindak seperti apa.


Advertisement

Salah satu solusi yang sering diambil adalah menghubungi layanan derek untuk menarik mobil, namun jika sulit untuk menghubungi petugas derek, meminta bantuan dari kendaraan lain bisa menjadi alternatif. Namun, ada beberapa tips penting yang perlu diperhatikan sebelum melakukan hal ini, di antaranya:

Siapkan tali penarik

Gunakan tali penarik yang kuat, bisa yang terbuat dari bahan baja atau tambang. Karena penting, ada baiknya jika Anda selalu menyediakan tali penarik di bagasi mobil sebagai langkah antisipasi. Jangan takut akan memakan banyak tempat di bagasi mobil karena tali bisa digulung.

Advertisement

Perhatikan berat mobil

Saat akan menderek mobil yang mogok, Anda harus pastikan dulu bobot mobil yang menderek lebih besar (lebih berat) dibandingkan mobil yang akan diderek. Jelas tujuannya untuk lebih memudahkan proses penderekan.

Pasang tali derek di tempat yang tepat

Advertisement

Bila memasangkan tali penarik yang akan dipakai untuk menderek itu memang gampang-gampang susah. Beberapa mobil punya pengait yang ada di bagian bumper depan atau belakang. Jika Anda kesulitan, coba cek buku manual kendaraan supaya lebih jelas.

Ingat, jangan sekali-kali mengikat tali derek pada bumper atau suspensi karena tidak kuat menahan bobot kendaraan yang akan diderek.

Panjang tali derek

Panjang tali berpengaruh pada keselamatan Anda, yang disarankan adalah sekitar 4 meter atau kurang lebih sepanjang bodi mobil yang akan diderek. Hal ini penting supaya mobil mudah dikendalikan ketika akan mengerem dan berbelok.

Jalan perlahan

Saat menderek mobil, pastikan tali tidak kendur, ini untuk meminimalisir kemungkinan entakan risiko tali putus. Mobil penderek sebaiknya memacu kendaraan secara perlahan untuk meminimalisir kemungkinan entakan dan tali putus. Agar tetap stabil, batas kecepatan maksimal adalah 30 sampai 40 kilometer per jam.

Kenali rute

Lakukan diskusi dulu kepada si penderek rute mana yang akan ditempuh. Hal ini penting supaya nantinya penderek dan mobil yang diderek bisa mengantisipasi rute-rute yang berlubang, tanjakan, turunan hingga persimpangan.

Nyalakan lampu

Nyalakan lampu utama karena hal ini penting supaya pengguna jalan bisa mengetahui kondisi mobil Anda. Saat berhenti, Anda juga disarankan untuk menyalakan lampu hazard dan ketika berbelok, gunakanlah lampu sein jauh sebelum memasuki tikungan. Kalau ada masalah pada mobil, beri tanda dengan klakson atau lampu jauh. (jpg)

Advertisement

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer