Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Menlu Tiongkok: Dunia Tidak Dapat Kembali ke Hukum Rimba

P

KECAM PERANG: Menteri Luar Negeri Tiongkok Wang Yi dalam jumpa pers kebijakan luar negeri saat Kongres Rakyat Nasional kemarin (8/3).
KECAM PERANG: Menteri Luar Negeri Tiongkok Wang Yi dalam jumpa pers kebijakan luar negeri saat Kongres Rakyat Nasional kemarin (8/3).


Advertisement

BEIJING - Perang yang dipicu serangan Amerika Serikat-Israel dengan Iran dianggap sejatinya tak perlu terjadi. Menteri Luar Negeri Tiongkok Wang Yi mengutuk perang di Timur Tengah dan mendesak Amerika Serikat untuk menyelesaikan perbedaan pendapatnya dengan Beijing.

"Tinju yang kuat tidak berarti alasan yang kuat. Dunia tidak dapat kembali ke hukum rimba," kata Wang Yi dilansir AFP, Minggu (8/3). Pernyataan Wang itu disampaikan selama pertemuan politik tahunan di Tiongkok yang digelar minggu ini. Wang membahas berbagai isu, termasuk perang dagang dengan Amerika Serikat, ketegangan regional di Laut Cina Selatan, serta perang di Timur Tengah dan Ukraina.

 

Advertisement

"Tahun ini memang merupakan tahun yang penting bagi hubungan Sino-AS," kata Wang. Hubungan antara Tiongkok dan Amerika Serikat diketahui telah tegang sejak Presiden AS Donald Trump kembali ke Gedung Putih tahun lalu. Ketegangan juga diikuti oleh perang dagang yang menyebabkan kedua negara saling memberlakukan tarif balasan terhadap produk masing-masing. "Kami mengamati beberapa negara membangun hambatan tarif dan mengejar pemisahan serta gangguan rantai pasokan," kata Wang.

 

Advertisement

 

Dia menilai tindakan ini seperti mencoba memadamkan api dengan bahan bakar. "Pada akhirnya, tindakan tersebut akan berbalik dan merugikan diri sendiri," ucapnya.

Meskipun Tiongkok dan Amerika Serikat tidak dapat mengubah satu sama lain, Wang berharap Tiongkok dapat mengubah cara berinteraksi satu sama lain. Dia juga mendesak kedua belah pihak untuk menciptakan lingkungan yang sesuai, mengelola perbedaan yang ada, dan menghilangkan campur tangan yang tidak perlu. (raf/len/jawa pos)

Advertisement
Editor : Pratama Karamoy
Sumber : Jawa Pos Koran

Artikel Terkait

Rusia-Korut Bangun Jalan Penghubung Moskow-Pyongyang

Rusia-Korut Bangun Jalan Penghubung Moskow-Pyongyang

Rusia dan Korea Utara (Korut) hampir menyelesaikan pembangunan jembatan darat pertama yang menghubungkan kedua negara. Infrastruktur tersebut akan menjadi jalur penghubung baru antara Moskow dan Pyongyang melalui....

Trump Diminta Desak Netanyahu Hentikan Kekerasan Tepi Barat

Trump Diminta Desak Netanyahu Hentikan Kekerasan Tepi Barat

Ratusan mantan pejabat militer, intelijen, dan diplomatik Israel mendesak Presiden AS Donald Trump menekan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu agar segera menghentikan kekerasan yang dilakukan pemukim Israel di....

Apple Ciptakan Kacamata Pintar agar Privasi Lebih Terlindungi

Apple Ciptakan Kacamata Pintar agar Privasi Lebih Terlindungi

Persaingan di pasar kacamata pintar berbasis kecerdasan buatan (AI) mendorong Meta untuk menghadapi tantangan baru, yakni meningkatkan perlindungan privasi pengguna. Kehadiran Apple yang dikabarkan akan mengedepankan....

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer