Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Thailand Minta Bantuan Iran Selamatkan Tiga Awak Kapal yang Hilang di Selat Hormuz

P

DAMPAK PERANG: Kapal Mayuree Naree saat mengalami serangan di Selat Hormuz pada 11 Maret lalu. Sejauh ini, 20 kru sudah diselamatkan.
DAMPAK PERANG: Kapal Mayuree Naree saat mengalami serangan di Selat Hormuz pada 11 Maret lalu. Sejauh ini, 20 kru sudah diselamatkan.


Advertisement

BANGKOK - Sebanyak 20 awak kapal Thailand dari kapal kargo Mayuree Naree yang diserang di dekat Selat Hormuz pada Rabu pekan lalu telah kembali ke negaranya. Mereka tiba melalui Bandara Suvarnabhumi, Provinsi Samut Prakan, kemarin (16/3).

Dilansir dari Bangkok Post, kapal kargo berbendera Bangkok tersebut dimiliki perusahaan pelayaran Precious Shipping Plc (PSL). Manajemen perusahaan menyatakan para eksekutif senior PSL menyambut langsung kedatangan para awak kapal di bandara.

 

Advertisement

Perusahaan juga memberikan dukungan kesejahteraan kepada para pelaut, termasuk pemeriksaan kesehatan fisik dan mental setelah mereka selamat dari insiden serangan tersebut. Namun, tiga awak kapal lainnya masih dinyatakan hilang setelah serangan terjadi. Upaya pencarian terhadap mereka hingga kini masih terus berlangsung.

Kementerian Luar Negeri Thailand menyatakan 20 awak kapal itu dipulangkan dari Bandara Internasional Muscat di Oman. Pemerintah Thailand juga menyampaikan terima kasih kepada Oman dan Uni Emirat Arab yang telah membantu proses repatriasi para awak kapal tersebut.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Thailand Sihasak Phuangketkeow pada Minggu (15/3) melakukan pembicaraan telepon dengan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi. "Pihak kami telah meminta dukungan Iran untuk membantu proses penyelamatan tiga awak kapal Thailand yang masih hilang," ujar Sihasak, dikutip dari Thailand PBS World.

Advertisement

 

 

Kementerian Luar Negeri Thailand menyebut ketiga awak kapal tersebut diduga masih terjebak di dalam kapal saat serangan terjadi. Selain meminta dukungan penyelamatan, Sihasak juga meminta Iran memastikan kapal-kapal dagang Thailand dapat melintas dengan aman di Selat Hormuz, salah satu jalur pelayaran paling strategis bagi perdagangan global.

Dilansir dari Thai PBS World, Angkatan Laut Oman memimpin operasi penyelamatan karena kapal berbendera Thailand tersebut. Namun, operasi tersebut menghadapi kesulitan karena lokasi tersebut berada di tengah zona konflik. (lyn/len/jawa pos)

Advertisement
Editor : Pratama Karamoy
Sumber : Jawa Pos Koran

Artikel Terkait

Rusia-Korut Bangun Jalan Penghubung Moskow-Pyongyang

Rusia-Korut Bangun Jalan Penghubung Moskow-Pyongyang

Rusia dan Korea Utara (Korut) hampir menyelesaikan pembangunan jembatan darat pertama yang menghubungkan kedua negara. Infrastruktur tersebut akan menjadi jalur penghubung baru antara Moskow dan Pyongyang melalui....

Trump Diminta Desak Netanyahu Hentikan Kekerasan Tepi Barat

Trump Diminta Desak Netanyahu Hentikan Kekerasan Tepi Barat

Ratusan mantan pejabat militer, intelijen, dan diplomatik Israel mendesak Presiden AS Donald Trump menekan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu agar segera menghentikan kekerasan yang dilakukan pemukim Israel di....

Apple Ciptakan Kacamata Pintar agar Privasi Lebih Terlindungi

Apple Ciptakan Kacamata Pintar agar Privasi Lebih Terlindungi

Persaingan di pasar kacamata pintar berbasis kecerdasan buatan (AI) mendorong Meta untuk menghadapi tantangan baru, yakni meningkatkan perlindungan privasi pengguna. Kehadiran Apple yang dikabarkan akan mengedepankan....

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer