Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Russia Luncurkan Rassvet Satelit Internet Yang Diproyeksikan Menyaingi Starlink

P

Photo
Photo


Advertisement

MOSKOW – Rusia memulai Langkah strategis dalam perebutan infrastruktur internet global ditempuh melalui peluncuran tahap awal konstelasi satelit orbit rendah Rassvet, sebuah proyek yang secara langsung diposisikan untuk menyaingi dominasi Starlink milik Elon Musk.


Dalam kerangka strategi tersebut, proyek Rassvet dikembangkan oleh perusahaan kedirgantaraan swasta Bureau 1440 dengan dukungan negara, sehingga Rusia tidak hanya membangun jaringan internet, tetapi juga berupaya mengurangi ketergantungan pada infrastruktur digital yang selama ini didominasi oleh aktor asing.  Dilansir dari The Moscow Times, perusahaan itu menyatakan bahwa 16 satelit yang diluncurkan ke luar angkasa merupakan tahap awal pembentukan konstelasi berskala besar.

Baca Juga: Bahan Bakar Fasilitas Nuklir di Serpong Hanya Cukup sampai Tahun Ini

Peluncuran semula direncanakan pada akhir tahun lalu, tetapi mengalami penundaan hingga akhirnya terealisasi bulan ini. Rassvet dirancang untuk menyediakan layanan internet pita lebar di selurruh wilayah Rusia, termasuk kawasan terpencil yang belum terjangkau infrastruktur darat.

Tahap berikutnya dari penyebaran Rassvet akan melibatkan puluhan peluncuran tambahan, kata Alexei Shelobkov, pimpinan ICS Holding selaku perusahaan induk Bureau 1440, sebagaimana dikutip dari Kommersant.  Sementara itu, Kepala Roscosmos Dmitry Bakanov sebelumnya mengungkapkan bahwa lebih dari 900 satelit orbit rendah direncanakan untuk mendukung proyek tersebut.
 

Direncanakan akan ditempatkan hingga 2035. Dia juga menyebut bahwa operasi komersial awal, yang melibatkan lebih dari 250 satelit, ditargetkan mulai beroperasi pada tahun depan.\ Skala Rasvet memang masih tertinggal jauh dibandingkan Starlink. Jaringan satelit yang dioperasikan oleh SpaceX itu telah menempatkan lebih dari 7 ribu satelit sejak 2019.

Advertisement

Dari aspek pendanaan, pemerintah Rusia telah mengalokasikan 102,8 miliar rubel (Rp 21,6 triliun) untuk pengembangan proyek ini.
 Sementara Bureau 1440 berencana menginvestasikan tambahan 329 miliar rubel (Rp 69,1 triliun) hingga 2030 guna mempercepat realisasi jaringan. (din/dns/jawa pos)

Advertisement
Editor : Pratama Karamoy
Sumber : Jawa Pos Koran

Artikel Terkait

Rusia-Korut Bangun Jalan Penghubung Moskow-Pyongyang

Rusia-Korut Bangun Jalan Penghubung Moskow-Pyongyang

Rusia dan Korea Utara (Korut) hampir menyelesaikan pembangunan jembatan darat pertama yang menghubungkan kedua negara. Infrastruktur tersebut akan menjadi jalur penghubung baru antara Moskow dan Pyongyang melalui....

Trump Diminta Desak Netanyahu Hentikan Kekerasan Tepi Barat

Trump Diminta Desak Netanyahu Hentikan Kekerasan Tepi Barat

Ratusan mantan pejabat militer, intelijen, dan diplomatik Israel mendesak Presiden AS Donald Trump menekan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu agar segera menghentikan kekerasan yang dilakukan pemukim Israel di....

Apple Ciptakan Kacamata Pintar agar Privasi Lebih Terlindungi

Apple Ciptakan Kacamata Pintar agar Privasi Lebih Terlindungi

Persaingan di pasar kacamata pintar berbasis kecerdasan buatan (AI) mendorong Meta untuk menghadapi tantangan baru, yakni meningkatkan perlindungan privasi pengguna. Kehadiran Apple yang dikabarkan akan mengedepankan....

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer