Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

NASA Percepat Basis Bulan dan Misi Nuklir ke Mars

P

AMBISIUS: NASA bakal meningkatkan frekuensi peluncuran program Artemis menjadi dua kali dalam setahun.
AMBISIUS: NASA bakal meningkatkan frekuensi peluncuran program Artemis menjadi dua kali dalam setahun.


Advertisement

WASHINGTON – NASA mempertegas arah baru eksplorasi antariksa dengan mempercepat pembangunan basis di Bulan dan pengembangan misi ke Mars berbasis tenaga nuklir. Strategi ini mencerminkan pergeseran dari eksplorasi simbolik menuju upaya membangun kehadiran manusia secara berkelanjutan di luar Bumi dalam satu dekade ke depan.

Lebih dari sekadar agenda teknologi, kebijakan ini juga memuat dimensi strategis yang lebih luas. Yakni, membangun kembali kepercayaan publik terhadap misi antariksa sekaligus memperkuat posisi Amerika Serikat (AS) dalam kompetisi global. Administrator NASA, Jared Isaacman, menilai fase ini sebagai momentum krusial bagi transformasi lembaga tersebut.

"Kami menyebut acara hari ini sebagai Ignition karena ini merepresentasikan awal dari perjalanan transformatif bagi NASA," kata Isaacman seperti dilansir dari The New York Times.

Advertisement

 

Target sebelum Akhir 2028

Selanjutnya, NASA juga menetapkan target ambisius untuk meluncurkan wahana antariksa bertenaga nuklir menuju Mars sebelum akhir 2028. Teknologi ini dipandang sebagai terobosan penting untuk memangkas waktu tempuh sekaligus meningkatkan kapasitas misi eksplorasi ke planet merah.

Seiring dengan itu, percepatan juga dilakukan pada program Artemis, yakni program pengembalian manusia ke Bulan. Jika sebelumnya misi dilakukan dalam interval beberapa tahun, NASA menargetkan frekuensi meningkat menjadi dua kali dalam setahun setelah Artemis V yang dijadwalkan pada 2028.

 

 

Buka Peluang Perusahaan Komersial

Tidak hanya mengandalkan sumber daya internal, NASA juga membuka peluang bagi perusahaan komersial untuk mengambil peran lebih besar. Lembaga ini mengundang proposal untuk menggantikan sistem roket Space Launch System (SLS) dan kapsul Orion, dengan rencana menunjuk setidaknya dua perusahaan sebagai mitra strategis dalam misi ke Bulan.

Isaacman menekankan bahwa proyek ini membutuhkan investasi besar dan waktu yang tidak singkat. "Basis Bulan tidak akan muncul dalam semalam. Kami akan menginvestasikan sekitar 20 miliar dolar AS (sekitar Rp 338,6 triliun) dalam tujuh tahun ke depan dan membangunnya melalui puluhan misi," tuturnya.

 

 

TAHAPAN PEMBANGUNAN BASIS BULAN:

  • Tahap awal: Berfokus pada misi robotik dan pengembangan sistem pendukung seperti komunikasi serta instrumen ilmiah.

  • Tahap kedua: Menghadirkan infrastruktur semi-huni yang memungkinkan kunjungan rutin astronot.

  • Tahap akhir: Menargetkan kehadiran manusia secara permanen.

Ganti Gateway

Di sisi lain, NASA memutuskan untuk menghentikan sementara proyek stasiun luar angkasa Gateway yang sebelumnya dirancang mengorbit Bulan. Sebagai gantinya, fokus dialihkan pada pengembangan wahana Space Reactor-1 Freedom, yakni pesawat robotik dengan reaktor nuklir yang akan mengirimkan muatan, termasuk helikopter eksplorasi, ke Mars. (din/dns)

Advertisement
Editor : Pratama Karamoy
Sumber : Jawa Pos Koran

Artikel Terkait

Rusia-Korut Bangun Jalan Penghubung Moskow-Pyongyang

Rusia-Korut Bangun Jalan Penghubung Moskow-Pyongyang

Rusia dan Korea Utara (Korut) hampir menyelesaikan pembangunan jembatan darat pertama yang menghubungkan kedua negara. Infrastruktur tersebut akan menjadi jalur penghubung baru antara Moskow dan Pyongyang melalui....

Trump Diminta Desak Netanyahu Hentikan Kekerasan Tepi Barat

Trump Diminta Desak Netanyahu Hentikan Kekerasan Tepi Barat

Ratusan mantan pejabat militer, intelijen, dan diplomatik Israel mendesak Presiden AS Donald Trump menekan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu agar segera menghentikan kekerasan yang dilakukan pemukim Israel di....

Apple Ciptakan Kacamata Pintar agar Privasi Lebih Terlindungi

Apple Ciptakan Kacamata Pintar agar Privasi Lebih Terlindungi

Persaingan di pasar kacamata pintar berbasis kecerdasan buatan (AI) mendorong Meta untuk menghadapi tantangan baru, yakni meningkatkan perlindungan privasi pengguna. Kehadiran Apple yang dikabarkan akan mengedepankan....

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer