Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Selat Hormuz Terbuka untuk Kapal Tiongkok

P
Selat Hormuz
Selat Hormuz

Advertisement

 

KETEGANGAN di Selat Hormuz menguap setelah perundingan antara Amerika Serikat dan Iran di Pakistan gagal mencapai kesepakatan. Meski situasi memanas, kapal-kapal asal Tiongkok masih dapat melintasi jalur strategis tersebut dengan aman.

Mengutip Anadolu Agency, data Marine Traffic menunjukkan kapal milik Shanghai Xuanrun Shipping tetap beroperasi di kawasan itu. Kapal tanker tersebut mengangkut minyak dan bahan kimia, berangkat dari Sharjah, Uni Emirat Arab, dan tengah menuju Tiongkok.

Advertisement

Pada waktu hampir bersamaan, kapal tanker lain yang berangkat dari terminal ekspor minyak di Pulau Kharg, Iran, juga terdeteksi memasuki Selat Hormuz. Namun, kapal tersebut menyiarkan data Automatic Identification System (AIS) palsu, seolah-olah berasal dari Arab Saudi.

Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan bahwa keamanan Selat Hormuz sangat krusial bagi perdagangan global. Dalam percakapan telepon dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron yang dikutip Tasnim News Agency, Pezeshkian menekankan komitmen Iran terhadap hukum internasional dan penyelesaian konflik melalui jalur diplomasi. Ia menyebut, Iran telah menyampaikan syarat gencatan senjata secara terbuka dan tetap berpegang pada komitmen tersebut. Namun, perundingan di Islamabad pada 11 April belum menghasilkan kesepakatan final. Menurut Pezeshkian, tuntutan berlebihan serta minimnya kemauan politik dari pihak Amerika Serikat menjadi penghambat utama.

 

 

Hal senada disampaikan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi. Ia menilai perubahan sikap Washington dan tuntutan yang terus bergeser membuat negosiasi sulit mencapai titik temu. "Iran memasuki perundingan dengan pendekatan bertanggung jawab dan itikad baik, meskipun tidak menaruh kepercayaan pada Amerika," ujarnya.

Di sisi lain, Prancis mendorong solusi diplomatik dan berharap dialog lanjutan dapat menghasilkan kesepakatan. Paris juga menekankan pentingnya memasukkan isu Lebanon dalam kerangka gencatan senjata awal, termasuk pembahasan aspek hukum terkait Selat Hormuz. (lyn/oni)

Advertisement
Editor : Pratama Karamoy
Sumber : Koran Jawa Pos

Artikel Terkait

Rusia-Korut Bangun Jalan Penghubung Moskow-Pyongyang

Rusia-Korut Bangun Jalan Penghubung Moskow-Pyongyang

Rusia dan Korea Utara (Korut) hampir menyelesaikan pembangunan jembatan darat pertama yang menghubungkan kedua negara. Infrastruktur tersebut akan menjadi jalur penghubung baru antara Moskow dan Pyongyang melalui....

Trump Diminta Desak Netanyahu Hentikan Kekerasan Tepi Barat

Trump Diminta Desak Netanyahu Hentikan Kekerasan Tepi Barat

Ratusan mantan pejabat militer, intelijen, dan diplomatik Israel mendesak Presiden AS Donald Trump menekan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu agar segera menghentikan kekerasan yang dilakukan pemukim Israel di....

Apple Ciptakan Kacamata Pintar agar Privasi Lebih Terlindungi

Apple Ciptakan Kacamata Pintar agar Privasi Lebih Terlindungi

Persaingan di pasar kacamata pintar berbasis kecerdasan buatan (AI) mendorong Meta untuk menghadapi tantangan baru, yakni meningkatkan perlindungan privasi pengguna. Kehadiran Apple yang dikabarkan akan mengedepankan....

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer