Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Salah Cegat Rudal Iran, Misil AS Hantam Bandara Kuwait

P
PERIKSA KERUSAKAN: Perdana Menteri Kuwait Sheikh Ahmad al-Abdullah al-Sabah (dua dari kanan) menginspeksi Bandara Internasional Kuwait akibat serangan misil Amerika Serikat, Rabu (3/6). (AFP)
PERIKSA KERUSAKAN: Perdana Menteri Kuwait Sheikh Ahmad al-Abdullah al-Sabah (dua dari kanan) menginspeksi Bandara Internasional Kuwait akibat serangan misil Amerika Serikat, Rabu (3/6). (AFP)

Advertisement

 KUWAIT CITY – Kuwait memang "friend" Amerika Serikat (AS). Namun, di negeri yang pernah diinvasi Iraq pada 1991 itu, kejadian demi kejadian yang tidak "friendly" yang melibatkan militer Negeri Paman Sam justru terjadi pada 3 Maret lalu, empat hari setelah perang meletus antara AS-Israel dan Iran, beberapa jet tempur F-15E Strike Eagle milik AS jatuh. Penyebabnya? Friendly fire alias kesalahan sistem pertahanan udara Kuwait saat tensi di Timur Tengah melonjak.

Sekitar tiga bulan berselang, persisnya Rabu (3/6) dini hari waktu Kuwait City, "friendly fire" kembali terjadi. Bermaksud mencegat misil Iran yang mengincar Pangkalan Udara Ali Al Salem, rudal Patriot milik AS justru melenceng dan akhirnya menghantam Bandara Internasional Kuwait di Kuwait City.

Menurut Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC), rudal Patriot itu menghantam terminal penumpang dan menewaskan satu orang serta melukai 63 orang lainnya. Korban meninggal merupakan warga India yang tengah melakukan perjalanan. "Hasil investigasi dan pengecekan terkait serangan ke terminal penumpang Bandara Internasional Kuwait, Angkatan Udara IRGC tak menembakkan satu tembakan pun ke arah sasaran tersebut," kata Juru Bicara IRGC Hossein Mohebi melalui kanal Telegram, seperti dikutip dari Middle East Eye, kemarin (4/6).

Advertisement

Iran mengakui menyerang Kuwait yang disebutnya terlibat dalam penyerangan ke wilayahnya, tetapi yang disasar adalah fasilitas militer. Namun, Kuwait dan AS tetap menuding bahwa pelaku penyerangan bandara adalah Iran. "Sebanyak 30 misil dan drone ditembakkan sebagai bagian dari agresi mengerikan Iran," kata Kementerian Pertahanan Kuwait dalam pernyataan resminya.

AS juga membantah bahwa yang menghantam bandara adalah rudalnya. "Iran yang dengan sengaja melakukan serangan dengan penuh perhitungan dan sama sekali tak bisa dibenarkan," kata CENTCOM (Pusat Komando Militer) AS.

Advertisement

Serangan di Laut

Pada Rabu yang sama, Iran menyebut, telah menyerang kapal militer AS yang mendekati perairan Teluk Oman. Sehari sebelumnya, CENTCOM mengakui telah menyerang sebuah tanker yang ternyata tidak bermuatan. Penyebabnya karena tanker berbendera Botswana itu menerobos blokade mereka dan mengarah ke pelabuhan Iran.

Militer AS juga menyerang fasilitas komunikasi di Pulau Qeshm, Iran. Semua itu diklaim CENTCOM dilakukan atas nama membela diri dari ancaman. (lyn/ttg)

Advertisement
Editor : Pratama Karamoy
Sumber : Koran Jawa Pos

Artikel Terkait

Rusia-Korut Bangun Jalan Penghubung Moskow-Pyongyang

Rusia-Korut Bangun Jalan Penghubung Moskow-Pyongyang

Rusia dan Korea Utara (Korut) hampir menyelesaikan pembangunan jembatan darat pertama yang menghubungkan kedua negara. Infrastruktur tersebut akan menjadi jalur penghubung baru antara Moskow dan Pyongyang melalui....

Trump Diminta Desak Netanyahu Hentikan Kekerasan Tepi Barat

Trump Diminta Desak Netanyahu Hentikan Kekerasan Tepi Barat

Ratusan mantan pejabat militer, intelijen, dan diplomatik Israel mendesak Presiden AS Donald Trump menekan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu agar segera menghentikan kekerasan yang dilakukan pemukim Israel di....

Apple Ciptakan Kacamata Pintar agar Privasi Lebih Terlindungi

Apple Ciptakan Kacamata Pintar agar Privasi Lebih Terlindungi

Persaingan di pasar kacamata pintar berbasis kecerdasan buatan (AI) mendorong Meta untuk menghadapi tantangan baru, yakni meningkatkan perlindungan privasi pengguna. Kehadiran Apple yang dikabarkan akan mengedepankan....

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer