Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Implan Otak Berbasis AI Kembalikan Suara Pasien Bisu

P
TEROBOSAN BARU: Teknologi implan otak atau brain-computer interface memungkinkan pasien dapat mengubah sinyal otak menjadi ucapan. (Foto: PATRICK T. FALLON/AFP)
TEROBOSAN BARU: Teknologi implan otak atau brain-computer interface memungkinkan pasien dapat mengubah sinyal otak menjadi ucapan. (Foto: PATRICK T. FALLON/AFP)

Advertisement

 

WASHINGTON – Kecerdasan buatan atau akal imitasi (AI) membuka harapan baru bagi penyandang kelumpuhan yang kehilangan kemampuan berbicara. Melalui teknologi implan otak atau brain-computer interface (BCI), pasien kini dapat mengubah sinyal otak menjadi ucapan sehingga kembali berkomunikasi secara alami.

Terobosan tersebut dibuktikan oleh tim peneliti University of California (UC) Davis terhadap pasien amyotrophic lateral sclerosis (ALS), Casey Harrell. Selama hampir dua tahun, Harrell memanfaatkan implan BCI untuk berbicara, bekerja, hingga berinteraksi dengan keluarga hanya dengan menggunakan pikirannya.

Advertisement

Dilansir dari The Register, Kamis (18/6), sistem tersebut mampu menerjemahkan aktivitas otak menjadi kalimat dengan tingkat akurasi mencapai 99 persen dalam pengujian. Sementara dalam penggunaan sehari-hari, akurasinya sekitar 92 persen. Hasil penelitian itu juga telah dipublikasikan dalam jurnal Nature Medicine.

Ahli bedah saraf UC Davis, David Brandman, mengatakan pencapaian tersebut menjadi tonggak penting dalam pengembangan teknologi BCI karena mampu digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

Advertisement

"Teknologi ini memungkinkan seseorang yang tidak bisa berbicara kembali berkomunikasi. Casey kini dapat bekerja penuh waktu dan bercakap-cakap dengan putrinya meski mengalami kelumpuhan," ujarnya. (din/gas)

Advertisement
Editor : Pratama Karamoy
Sumber : Koran Jawa Pos

Advertisement
Advertisement