Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Trump Teken Perintah Eksekutif Komputer Kuantum, Targetkan Penguatan Keamanan Siber AS

P
KEBIJAKAN BARU: Presiden AS Donald Trump menandatangani dua perintah tentang komputasi kuantum di Ruang Oval Gedung Putih, Washington, Senin (22/6) waktu setempat. (Foto: ANDREW HARNIK/AFP)
KEBIJAKAN BARU: Presiden AS Donald Trump menandatangani dua perintah tentang komputasi kuantum di Ruang Oval Gedung Putih, Washington, Senin (22/6) waktu setempat. (Foto: ANDREW HARNIK/AFP)

Advertisement

 

WASHINGTON — Pemerintahan Amerika Serikat (AS) menempatkan komputasi kuantum sebagai prioritas strategis nasional. Presiden Donald Trump pada Senin (22/6) waktu setempat menandatangani dua perintah eksekutif yang mendorong pembangunan komputer kuantum berdaya tinggi untuk mendukung riset ilmiah sekaligus memperkuat sistem keamanan siber pemerintah.

Teknologi ini menggunakan prinsip fisika kuantum untuk memproses informasi dengan cara yang memungkinkan penyelesaian masalah kompleks jauh lebih cepat dibanding superkomputer modern. Itu termasuk potensi untuk memecahkan sistem enkripsi yang saat ini melindungi jaringan digital.

Advertisement

Dilansir dari Reuters kemarin (23/6), langkah tersebut menegaskan ambisi Washington untuk mempercepat posisi unggul dalam perlombaan teknologi global. "Kami meyakini hal ini dapat terwujud pada 2028," kata Michael Kratsios, Direktur Kantor Kebijakan Sains dan Teknologi Gedung Putih.

Standar Kriptografi Baru

Advertisement

Selain pengembangan teknologi inti, salah satu perintah eksekutif juga menetapkan target migrasi sistem komputasi pemerintah ke standar kriptografi pascakuantum (PQC) pada 2030 atau 2031. Langkah ini dirancang untuk mengantisipasi potensi serangan siber yang dapat memanfaatkan kemampuan komputer kuantum dalam membongkar sistem enkripsi konvensional.

Perintah lainnya menyoroti pentingnya kerja sama internasional dalam perlindungan hak kekayaan intelektual dan keamanan rantai pasok teknologi. "Kebijakan dirancang dengan mempertimbangkan para pesaing dan pihak-pihak yang berupaya melemahkan keamanan ekonomi dan keamanan nasional Amerika Serikat," tutur Kratsios. (din/dns)

Advertisement
Editor : Pratama Karamoy
Sumber : Koran Jawa Pos

Artikel Terkait

Rusia-Korut Bangun Jalan Penghubung Moskow-Pyongyang

Rusia-Korut Bangun Jalan Penghubung Moskow-Pyongyang

Rusia dan Korea Utara (Korut) hampir menyelesaikan pembangunan jembatan darat pertama yang menghubungkan kedua negara. Infrastruktur tersebut akan menjadi jalur penghubung baru antara Moskow dan Pyongyang melalui....

Trump Diminta Desak Netanyahu Hentikan Kekerasan Tepi Barat

Trump Diminta Desak Netanyahu Hentikan Kekerasan Tepi Barat

Ratusan mantan pejabat militer, intelijen, dan diplomatik Israel mendesak Presiden AS Donald Trump menekan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu agar segera menghentikan kekerasan yang dilakukan pemukim Israel di....

Apple Ciptakan Kacamata Pintar agar Privasi Lebih Terlindungi

Apple Ciptakan Kacamata Pintar agar Privasi Lebih Terlindungi

Persaingan di pasar kacamata pintar berbasis kecerdasan buatan (AI) mendorong Meta untuk menghadapi tantangan baru, yakni meningkatkan perlindungan privasi pengguna. Kehadiran Apple yang dikabarkan akan mengedepankan....

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer