Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Peringatan Sengatan Panas dan Ancaman Banjir di Amerika Serikat

A
Arsip - Warga Amerika membasahi diri mereka di sebuah pancuran di Los Angeles, AS. Gelombang panas lebih sering terjadi daripada biasanya di seluruh AS daripada rata-rata dua gelombang panas.
Arsip - Warga Amerika membasahi diri mereka di sebuah pancuran di Los Angeles, AS. Gelombang panas lebih sering terjadi daripada biasanya di seluruh AS daripada rata-rata dua gelombang panas.

JAGOSATU.com - Dinas Cuaca Nasional (NWS) mengeluarkan peringatan sengatan panas bagi jutaan orang di wilayah Pantai Timur dan dataran tengah Amerika Serikat (AS) selama akhir pekan ini karena gelombang panas berbahaya terus melanda.


Advertisement

"Gelombang panas menghantam 'semua kota besar' di AS sehingga dampaknya dirasakan oleh sebagian besar populasi," kata ahli meteorologi di Pusat Prediksi Cuaca NWS, Bob Oravec.

Lebih dari 190 juta orang, atau 60 persen dari populasi AS, diminta untuk mewaspadai sengatan panas atau banjir sejak Kamis (27/7).

Pesisir Virginia hingga Washington, DC, dan Boston diperkirakan akan mengalami akhir pekan terpanas selama musim panas ini.

Advertisement

NWS juga mengeluarkan "Peringatan Panas Berlebihan" untuk Kota New York mulai Kamis pukul 11.00 hingga Jumat pukul 21.00 waktu setempat (Sabtu pukul 08.00 WIB). Suhu di New York diperkirakan mencapai lebih dari 30 derajat Celcius dengan indeks panas 40 derajat Celcius.

Presiden AS Joe Biden mengumumkan serangkaian langkah untuk membantu warganya menghadapi gelombang panas ekstrem. Salah satunya adalah meminta Departemen Tenaga Kerja untuk mengeluarkan peringatan bahaya panas dan meningkatkan penegakan undang-undang ketenagakerjaan untuk melindungi pekerja.

Sekretaris Jenderal Perhimpunan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres juga telah memperingatkan bahwa "era pendidihan global telah tiba" karena Juli ditetapkan sebagai bulan terpanas yang pernah tercatat di Bumi. (Antara)

Advertisement

 

Advertisement

Artikel Terkait

"Silent Killer" yang Ancam 150 Juta Warga Eropa, Gelombang Panas Tewaskan Lebih dari 1.300 Orang

"Silent Killer" yang Ancam 150 Juta Warga Eropa, Gelombang Panas Tewaskan Lebih dari 1.300 Orang

Gelombang panas ekstrem yang menyelimuti Eropa berubah menjadi bencana kesehatan. Dalam sepekan terakhir, menurut catatan Badan Kesehatan Dunia (WHO), lebih dari 1.300 orang meninggal akibat suhu yang memecahkan rekor...

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer