Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Sejumlah Negara Evakuasi Warga dari Timur Tengah

P

KEMBALI: Para penumpang pesawat yang sempat tertahan di Dubai tiba di Bandara Internasional Vasil Levski, Sofia, Bulgaria.
KEMBALI: Para penumpang pesawat yang sempat tertahan di Dubai tiba di Bandara Internasional Vasil Levski, Sofia, Bulgaria.


Advertisement

SINGAPURA - Ribuan orang meninggalkan kawasan Timur Tengah melalui penerbangan evakuasi di tengah meningkatnya kekacauan sektor penerbangan akibat perang antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran. Sejumlah negara mulai mengevakuasi warganya dari wilayah tersebut seiring meningkatnya ancaman keamanan.

Law Chai Eng, warga Singapura, menceritakan bahwa roket di langit Timur Tengah seperti kembang api. Ini membuatnya takut bukan main. "Kami tahu perang telah resmi dimulai," kata perempuan 63 tahun yang berhasil pulang dari liburannya di Dubai.

Keluarga Law tentu sangat khawatir dan setiap waktu mengecek kondisinya. "Saya sangat khawatir," kata anak Law, Shawn Sim, yang menjemput di Bandara Changi. Shawn bukan satu-satunya. Ada ratusan orang yang juga menunggu keluarganya kembali. Rombongan Law adalah yang pertama tiba kemarin (5/3). Strait Times menyebutkan bahwa untuk kembali, banyak pelancong yang berebut pesan tiket.

Advertisement

 

Pemerintah Singapura berencana akan menggelar penerbangan repatriasi besok (7/3). Mereka akan berkumpul di Muscat, Oman. Kementerian Luar Negeri Singapura (KPU) juga akan bekerja sama dengan maskapai penerbangan dan otoritas lokal di kawasan tersebut untuk menjajaki kelayakan penerbangan repatriasi lebih lanjut.

Tidak bisa lewat udara, perjalanan darat pun diminati. Kedutaan Besar Singapura mengatakan minat yang cukup besar di kalangan warga Singapura untuk keberangkatan darat dari Qatar ke Arab Saudi.

Advertisement

 

 

Kedutaan Besar Singapura di Doha telah menerima banyak surat untuk simulasi keberangkatan darat dari Qatar ke Arab Saudi. Dalam unggahan Facebook kemarin, kedutaan mengatakan akan mengirim email kepada warga Singapura yang telah menyatakan minat untuk meminta konfirmasi dan detail lebih lanjut.

Setelah beberapa hari terdampar di Dubai, sebagian penumpang akhirnya berhasil kembali ke negara asal mereka. Maskapai seperti Emirates dan Virgin Atlantic mulai melanjutkan penerbangan terbatas dari Uni Emirat Arab menuju sejumlah kota besar dunia, termasuk New York, London, Paris, dan Sydney.

Sejumlah negara lain juga mengambil langkah serupa. Jepang menyatakan akan memulangkan warganya yang berada di Kuwait, Bahrain, Qatar, dan Uni Emirat Arab melalui jalur darat menuju Riyadh dan Muscat, di mana bandara masih beroperasi. India dan Australia juga telah mengevakuasi sebagian warga negaranya dari kawasan Timur Tengah. (lyn/len/jawa pos)

Advertisement
Editor : Pratama Karamoy
Sumber : Jawa Pos Koran

Artikel Terkait

Rusia-Korut Bangun Jalan Penghubung Moskow-Pyongyang

Rusia-Korut Bangun Jalan Penghubung Moskow-Pyongyang

Rusia dan Korea Utara (Korut) hampir menyelesaikan pembangunan jembatan darat pertama yang menghubungkan kedua negara. Infrastruktur tersebut akan menjadi jalur penghubung baru antara Moskow dan Pyongyang melalui....

Trump Diminta Desak Netanyahu Hentikan Kekerasan Tepi Barat

Trump Diminta Desak Netanyahu Hentikan Kekerasan Tepi Barat

Ratusan mantan pejabat militer, intelijen, dan diplomatik Israel mendesak Presiden AS Donald Trump menekan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu agar segera menghentikan kekerasan yang dilakukan pemukim Israel di....

Apple Ciptakan Kacamata Pintar agar Privasi Lebih Terlindungi

Apple Ciptakan Kacamata Pintar agar Privasi Lebih Terlindungi

Persaingan di pasar kacamata pintar berbasis kecerdasan buatan (AI) mendorong Meta untuk menghadapi tantangan baru, yakni meningkatkan perlindungan privasi pengguna. Kehadiran Apple yang dikabarkan akan mengedepankan....

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer