Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Donald Trump Ancam Invasi Kuba

P

KONFRONTASI: Militer Kuba menyiagakan senjata dan peralatan tentara dari dalam kapal laut Amerika Serikat pada Februari lalu. Havana menolak intervensi Presiden Donald Trump.
KONFRONTASI: Militer Kuba menyiagakan senjata dan peralatan tentara dari dalam kapal laut Amerika Serikat pada Februari lalu. Havana menolak intervensi Presiden Donald Trump.


Advertisement

HAVANA - Setelah Venezuela dan Iran, Amerika terang-terangan ingin mengusik Kuba. Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa Kuba tengah menghadapi kemungkinan serius dan membuka kemungkinan adanya langkah politik besar terkait negara tersebut. Pernyataan itu disampaikan Trump kepada wartawan pada konferensi pers di Doral, Florida, Senin (9/3) waktu setempat.

Dikutip dari The Sun dan Times, Trump mengatakan Menteri Luar Negeri Amerika Marco Rubio sedang merancang studi tersebut. Dia belum menyebut kemungkinan adanya pengambilalihan kekuasaan. Trump tidak menjelaskan secara rinci apa yang dimaksud.

"Dia (Marco Rubio) sedang menerapkan ide dan mungkin itu pengambilalihan yang ramah, mungkin juga tidak. Itu sebenarnya tidak masalah karena mereka benar-benar sudah tidak memiliki uang. Mereka tidak punya energi, mereka tidak punya uang," kata Trump. Menurut Trump, kondisi ekonomi dan energi di Kuba berada pada titik kritis sehingga pemerintah negara itu kesulitan mempertahankan stabilitas.

Advertisement

 

Sementara itu, pemerintah Kuba menyatakan tidak ada pembicaraan tingkat tinggi dengan Amerika Serikat terkait situasi tersebut. Namun, Havana membantah laporan media yang menyebutkan sedang adanya komunikasi informal antara pejabat Amerika dan Raul Guillermo Rodriguez Castro yang merupakan cucu dari mantan presiden Kuba Fidel Castro.

Laporan tersebut memunculkan spekulasi tentang kemungkinan perubahan politik di negara Karibia itu. Kuba selama puluhan tahun dipimpin oleh rezim komunis sosialis sejak revolusi yang dipimpin Fidel Castro.

Advertisement

 

 

Di sisi lain, komunitas pengungsi Kuba yang sebagian besar bermukim di Miami, Amerika Serikat, telah lama berharap pemerintah di Havana dapat digulingkan atau runtuh. Dalam beberapa dekade terakhir, kelompok-kelompok diaspora tersebut telah merencanakan berbagai upaya pemberontakan terhadap pemerintah yang berdiri sejak revolusi 1959.

Hingga kini belum ada kejelasan mengenai langkah konkret yang dimaksud Trump maupun bentuk keterlibatan Washington dalam perkembangan politik di Kuba. Situasi tersebut masih terus dipantau oleh pemerintah Amerika dan komunitas internasional. (lyn/any/jawa pos)

Advertisement
Editor : Pratama Karamoy
Sumber : Jawa Pos Koran

Artikel Terkait

Rusia-Korut Bangun Jalan Penghubung Moskow-Pyongyang

Rusia-Korut Bangun Jalan Penghubung Moskow-Pyongyang

Rusia dan Korea Utara (Korut) hampir menyelesaikan pembangunan jembatan darat pertama yang menghubungkan kedua negara. Infrastruktur tersebut akan menjadi jalur penghubung baru antara Moskow dan Pyongyang melalui....

Trump Diminta Desak Netanyahu Hentikan Kekerasan Tepi Barat

Trump Diminta Desak Netanyahu Hentikan Kekerasan Tepi Barat

Ratusan mantan pejabat militer, intelijen, dan diplomatik Israel mendesak Presiden AS Donald Trump menekan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu agar segera menghentikan kekerasan yang dilakukan pemukim Israel di....

Apple Ciptakan Kacamata Pintar agar Privasi Lebih Terlindungi

Apple Ciptakan Kacamata Pintar agar Privasi Lebih Terlindungi

Persaingan di pasar kacamata pintar berbasis kecerdasan buatan (AI) mendorong Meta untuk menghadapi tantangan baru, yakni meningkatkan perlindungan privasi pengguna. Kehadiran Apple yang dikabarkan akan mengedepankan....

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer