Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Uni Eropa Tolak Terlibat Perang AS-Israel Lawan Iran

P

Photo
Photo


Advertisement

BERLIN – Sejumlah negara Uni Eropa secara tegas menolak terlibat langsung dalam operasi militer Amerika Serikat (AS) dan Israel melawan Iran. Penolakan itu disampaikan di tengah meningkatnya tekanan dari Presiden AS Donald Trump agar sekutu Barat mengirimkan jalur strategis Selat Hormuz.

 

Kanselir Jerman Friedrich Merz mengatakan negaranya tidak akan berpartisipasi dalam operasi militer selama perang masih berlangsung. Dia menilai tidak ada rencana jelas dari Washington terkait keberhasilan operasi tersebut. "Sampai saat ini tidak ada rencana yang meyakinkan. Kami juga tidak dikonsultasikan," ujarnya di hadapan parlemen seperti dilansir dari The Japan Times.

Advertisement

 

Merz menegaskan Jerman bahkan akan menyarankan agar langkah militer tersebut tidak ditempuh. Sikap serupa disampaikan Menteri Pertahanan Jerman Boris Pistorius yang menegaskan negaranya tidak menjadi bagian dari konflik.

Dari Prancis, Presiden Emmanuel Macron juga menegaskan negaranya tidak menjadi bagian dari konflik. Senada, Perdana Menteri Inggris Keir Starmer memilih berhati-hati, seiring tekanan domestik yang menuntut mereka menarik diri dari zona merah tersebut.

Advertisement

 

Penolakan negara-negara Eropa didorong kekhawatiran akan terseret dalam konflik yang tidak jelas tujuannya namun berisiko tinggi terhadap stabilitas kawasan dan ekonomi global. Selain itu, perang ini dinilai tidak populer di dalam negeri masing-masing negara.

 

 

Meski demikian, Trump menyayangkan sikap sekutunya. Dia menyebut mereka memberikan kesalahan besar karena tidak bergabung dalam operasi militer. Dia bahkan mengancam kritik tajam kepada Starmer yang jabatannya tidak menunjukkan kepemimpinan kuat.

 

Di sisi lain, negara-negara Eropa memilih menempuh pendekatan berbeda. Inggris tengah menyusun rencana bersama sekutu untuk membuka kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz. Sementara Prancis menginginkan pembentukan komite internasional untuk mengawal kapal dagang setelah dituduh keamanannya membaik dan tidak melibatkan Amerika. (lyn/len/jawa pos)

Advertisement
Editor : Pratama Karamoy
Sumber : Jawa Pos Koran

Artikel Terkait

Rusia-Korut Bangun Jalan Penghubung Moskow-Pyongyang

Rusia-Korut Bangun Jalan Penghubung Moskow-Pyongyang

Rusia dan Korea Utara (Korut) hampir menyelesaikan pembangunan jembatan darat pertama yang menghubungkan kedua negara. Infrastruktur tersebut akan menjadi jalur penghubung baru antara Moskow dan Pyongyang melalui....

Trump Diminta Desak Netanyahu Hentikan Kekerasan Tepi Barat

Trump Diminta Desak Netanyahu Hentikan Kekerasan Tepi Barat

Ratusan mantan pejabat militer, intelijen, dan diplomatik Israel mendesak Presiden AS Donald Trump menekan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu agar segera menghentikan kekerasan yang dilakukan pemukim Israel di....

Apple Ciptakan Kacamata Pintar agar Privasi Lebih Terlindungi

Apple Ciptakan Kacamata Pintar agar Privasi Lebih Terlindungi

Persaingan di pasar kacamata pintar berbasis kecerdasan buatan (AI) mendorong Meta untuk menghadapi tantangan baru, yakni meningkatkan perlindungan privasi pengguna. Kehadiran Apple yang dikabarkan akan mengedepankan....

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer