Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Alami Kecanduan, Perempuan Los Angeles Gugat Meta dan YouTube

P

TUNTUT PERTANGGUNGJAWABAN: Mary Roode, ibu remaja yang bunuh diri, di depan spanduk nama-nama korban dampak buruk teknologi internet di Pengadilan Tinggi Los Angeles.
TUNTUT PERTANGGUNGJAWABAN: Mary Roode, ibu remaja yang bunuh diri, di depan spanduk nama-nama korban dampak buruk teknologi internet di Pengadilan Tinggi Los Angeles.


Advertisement

LOS ANGELES – Raksasa teknologi Meta dan YouTube dinyatakan bersalah oleh juri di Los Angeles karena lalai merancang produk yang memicu kecanduan pada pengguna muda. Putusan ini menyoroti kesalahan serius kedua platform yang dinilai sengaja membuat fitur adiktif tanpa peringatan memadai soal risikonya.

 

Dalam putusan yang dibacakan Rabu (25/3), juri menyatakan desain produk kedua perusahaan menjadi faktor penting yang menyebabkan kerugian pada seorang perempuan muda berinisial KGM. Dilansir dari The Guardian, dia diketahui telah menggunakan YouTube sejak usia enam tahun dan Instagram sejak usia sembilan tahun.

Advertisement

Juri memutuskan penggugat berhak atas ganti rugi USD 6 juta atau sekitar Rp 95 miliar. Pembayarannya dibagi, dengan Meta menanggung 70 persen dan YouTube sisanya. Keputusan ini diambil setelah hampir sembilan hari musyawarah, menyusul persidangan selama enam pekan.

 

Advertisement

 

Selama persidangan, terungkap bahwa kedua platform menggunakan fitur seperti scroll tanpa batas dan autoplay video yang didesain untuk membuat pengguna terus bertahan di aplikasi. "Ini adalah rekayasa agar menjadi kecanduan," kata pengacara penggugat, Mark Lanier. Dia menyebut fenomena ini seperti kuda Troya yang terlihat menarik di luar, tapi begitu masuk akan kecanduan konten dari Meta dan YouTube.

KGM bersaksi bahwa kecanduan media sosial berdampak serius pada hidupnya. Pada usia 10 tahun, dia mengalami depresi hingga menyakiti diri sendiri. Tiga tahun kemudian, dia didiagnosis mengalami gangguan dismorfik tubuh dan fobia sosial. Dia menyebut penggunaan Instagram dan YouTube sebagai pemicunya. (lyn/len)

Advertisement
Editor : Pratama Karamoy
Sumber : Jawa Pos Koran

Artikel Terkait

Rusia-Korut Bangun Jalan Penghubung Moskow-Pyongyang

Rusia-Korut Bangun Jalan Penghubung Moskow-Pyongyang

Rusia dan Korea Utara (Korut) hampir menyelesaikan pembangunan jembatan darat pertama yang menghubungkan kedua negara. Infrastruktur tersebut akan menjadi jalur penghubung baru antara Moskow dan Pyongyang melalui....

Trump Diminta Desak Netanyahu Hentikan Kekerasan Tepi Barat

Trump Diminta Desak Netanyahu Hentikan Kekerasan Tepi Barat

Ratusan mantan pejabat militer, intelijen, dan diplomatik Israel mendesak Presiden AS Donald Trump menekan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu agar segera menghentikan kekerasan yang dilakukan pemukim Israel di....

Apple Ciptakan Kacamata Pintar agar Privasi Lebih Terlindungi

Apple Ciptakan Kacamata Pintar agar Privasi Lebih Terlindungi

Persaingan di pasar kacamata pintar berbasis kecerdasan buatan (AI) mendorong Meta untuk menghadapi tantangan baru, yakni meningkatkan perlindungan privasi pengguna. Kehadiran Apple yang dikabarkan akan mengedepankan....

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer