Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

SABDA BINA TERUNA , HARIAN, 13 Mei 2024, Matius 6:5-14 Pamer

A
LOGO GPIB
LOGO GPIB

Matius 6:5-14


Advertisement

Pamer

Apabila kamu berdoa, janganlah berdoa seperti orang munafik. (Ayat 5)

Budaya pamer di media sosial sudah menjadi  bagian dari kehidupan masyarakat. Bukan  hanya  barang-barang yang dipamerkan, saat-saat berdoa pun adakalanya dipamerkan. Lalu doanya tersebut diungkapkan dengan kata-kata yang  berlebihan dan bertele-tele  agar  terlihat  saleh. Berdoa adalah berdialog dengan Tuhan. Kita berdialog dengan Tuhan karena Dia adalah sosok yang kita yakini dapat dipercaya. Kebiasaan untuk pamer saat berdoa dilakukan oleh orang Farisi (ayat 5).  Mereka berdoa di tempat yang terlihat orang agar tampak saleh.

Advertisement

Memamerkan saat berdoa adalah sikap orang munafik. Berdoa selayaknya dilakukan di dalam ruang private,  karena kita ingin fokus untuk berkomunikasi dengan Tuhan. Jangan menjadikan proses berdoa sebagai bagian dari pertunjukan atau pameran agar terlihat sebagai orang beriman. Sikap ini adalah sikap orang munafik.

Selain  menghindari  berdoa  untuk dipamerkan, berdoa juga tidak  perlu bertele-tele.  Doa yang bertele-tele  adalah  doa orang yang tidak mengenal Allah. Di dalam Matius 6:8, ditegaskan bahwa Tuhan mengetahui  apa yang kita butuhkan.  Dengan  demikian  di dalam Matius 6:9-14, diajarkan doa Bapa Kami sebagai contoh doa yang sederhana.

Doa Bapa Kami menjadi pedoman umat kristiani yang diajarkan Yesus kepada murid-murid-Nya di Perjanjian  Baru. Doa itu menghubungkan antara manusia dan Allah Bapa dalam mencari kehendak hidup,  serta meminta  dan memberikan pengampunan. Doa  Bapa  Kami mencakup tiga pokok utama doa,  yaitu pujian kepada Bapa di  surga, permohonan  yang disampaikan,  dan penyerahan diri. Doa Bapa Kami adalah doa yang lengkap dan singkat. Sobat teruna ingat doa Bapa Kami?  Bila belum, yuk belajar.  Jangan lupa untuk berdoa di ruang private,  tidak perlu pamer. 

Advertisement

 

Doa: Bapa kami yang ada di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu, datanglah kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga. Berikalnlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kmi; dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kmi dari pada yang jahat. (Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. Amin.)

Advertisement
Editor : Alfianne Lumantow

Artikel Terkait

Sabda Bina Pemuda, Renungan Harian, Sabtu, 6 Juni 2026, Imamat 25:35-40  Kepedulian Sosial

Sabda Bina Pemuda, Renungan Harian, Sabtu, 6 Juni 2026, Imamat 25:35-40  Kepedulian Sosial

…. engkau harus takut akan Allahmu, supaya saudaramu dapat hidup di antaramu.

Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Sabtu, 31 Okotber 2026, Ibrani 4:11-13  Jangan Menganggap Diri Bija

Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Sabtu, 31 Okotber 2026, Ibrani 4:11-13  Jangan Menganggap Diri Bija

"Karena itu, baiklah kita berusaha masuk ke peristirahatan itu, supaya jangan seorang pun jatuh

Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, Sabtu, 31 Okotber 2026, Ibrani 4:9-10  Sesaat Merenungkan Karya Tuha

Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, Sabtu, 31 Okotber 2026, Ibrani 4:9-10  Sesaat Merenungkan Karya Tuha

"Jadi, masih tersedia suatu hari perhentian, yaitu Sabat, bagi umat Tuhan"

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer