Sabda Bina Pemuda, Renungan Harian, Selasa, 4 November 2025, Yudas 1:14-18 Jempolmu Harimaumu

Yudas 1:14-18
JEMPOLMU HARIMAUMU!
Bijaklah menggunakan jempolmu. Jempolmu harimaumu
"Mereka itu orang-orang yang menggerutu dan mengeluh tentang nasibnya, hidup menuruti hawa nafsunya, tetapi mulut mereka mengeluarkan perkataan- perkataan yang bukan-bukan dan mereka menjilat orang untuk mendapat keuntungan." (Ay. 16).
Mulutmu harimaumu, sebuah ungkapan yang mengingatkan kita untuk selalu berhati-hati dalam setiap kata yang kita ucapkan. Kata-kata, meskipun terlihat sepele, memiliki kekuatan luar biasa. Mereka dapat membentuk pikiran, mempengaruhi perasaan, dan menentukan tindakan kita. Dalam dunia yang serba cepat ini, kita perlu lebih bijaksana dalam berucap, menyaring setiap kata sebelum menyampaikannya. Dalam Surat Yudas diceritakan para guru palsu menggunakan kata-kata dengan tidak bijak. Mereka suka menggerutu, mengeluh, dan berkata congkak. Kata-kata yang bisa digunakan untuk mengungkapkan kebaikan Tuhan, justru digunakan untuk menyorot hal- hal yang negatif dan menonjolkan diri sendiri. Selain itu, para guru palsu ini juga bersedia mengatakan apa pun, baik ataupun buruk, selama hal itu menguntungkan dirinya sendiri. Tak heran jika Yudas mengatakan bahwa mereka kerap menjilat orang untuk mendapat keuntungan. Begitulah para guru palsu menjauhkan dirinya dari Tuhan dan kasih setia-Nya.
Sobat muda, pusat hidup orang percaya adalah Tuhan! la yang dapat meringankan kesulitanmu. Hanya la yang berhak ditinggikan dan dimuliakan. Dia lah satu-satunya sumber segala berkat. Tanpa Tuhan, keberadaan kita tidak ada artinya.
Sobat muda, saat ini ungkapan yang sering kita dengar ialah "jempolmu harimaumu". Sebab, dewasa ini kita sering berkomunikasi dengan bantuan telepon pintar dan perangkat digital lainnya. Jempolmu pun kini dapat menjadi harimaumu! Terlebih, karena apa yang kita unggah tidak akan pernah bisa hilang. Bijaklah menggunakan jempolmu. Tidak semua orang perlu mengetahui kesulitan yang kamu hadapi. Tidak perlu juga menyombongkan diri, sebab orang akan dengan sendirinya tahu bagaimana kualitas dirimu. Tidak perlu mendekati dan menjilat orang yang dianggap berkuasa atau dapat memberikan keuntungan bagimu. Ingat, pusat hidup orang percaya adalah Tuhan. Amin.
Doa: Ya Tuhan, ajarlah kami untuk menggunakan jempol kami dengan bijak untuk hormat dan kemuliaan-Mu. Amin.

