Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Sabda Bina Pemuda, Renungan Harian, Rabu, 5 November 2025, Yudas 1:19-23 Hadapi Guru Palsu Dan Pemecah Belah.

A
LOGO GPIB
LOGO GPIB

Yudas 1:19-23


Advertisement

HADAPI GURU PALSU DAN PEMECAH BELAH

Berjalanlah bersama Tuhan dan berbelas kasihlah kepada sesama

"Peliharalah dirimu demikian dalam kasih Allah sambil menantikan rahmat Tuhan kita, Yesus Kristus, untuk hidup yang kekal" (Ay. 21).

Advertisement

Sobat muda, jika ada teman yang membawa pengajaran yang berbeda menciptakan perpecahan di antara kita. Apakah yang akan kamu lakukan? Mengusir mereka? Atau menghakimi mereka? Dalam situasi ini, Yudas memberikan dua pedoman penting yang sejalan dengan hukum kasih.

Pertama, fokuslah untuk berjalan bersama Tuhan! Seorang yang mengasihi Tuhan akan setia dalam iman kepada-Nya. Ini dimulai dengan berdoa dalam Roh Kudus. Berdoa dengan keyakinan bahwa Roh Kudus akan membantu kita dalam kelemahan kita (band. Roma 8:26). Roh Kudus jugalah yang akan menuntun kita untuk mengenal kehendak Allah dan melaksanakannya dalam kehidupan hari lepas hari. Tanpa kesediaan untuk berjalan bersama Tuhan, maka iman kita bisa goyah, terombang-ambing oleh arus dunia. Kedua, kita dipanggil untuk menunjukkan belas kasih kepada sesama kita. Namun, belas kasih harus diiringi dengan ketaatan kepada Tuhan. Kita tidak boleh menghakimi sesama, tapi bukan berarti kita berdiam diri menonton penyebaran disinformasi. Kita tetap dapat menyatakan kebenaran dengan tetap menjadi teladan bagi orang lain.

Yesus adalah contoh terbaik bagi kita. Dalam kasih-Nya kepada Allah, la menunjukkan belas kasih kepada mereka yang sakit dan tersisih. Ia tidak menghakimi orang yang berdosa. Namun pada saat yang sama, Yesus tidak ikut-ikutan dalam perbuatan yang tidak berkenan kepada Allah. Dalam pertolongan Roh Kudus, kita pun dapat mengikuti teladan Yesus yang menuntun sesama kepada Allah. Pertanyaannya, maukah kita bertahan dalam kasih Allah dan sesama? Siapkah kita menyatakan kebenaran, meski mungkin harus menghadapi penolakan? Apakah kita siap berbelas kasih, meskipun harus mengorbankan waktu dan tenaga? Mari kita berkomitmen untuk menjadi generasi yang berani, penuh kasih, dan selia pada kebenaran. Amin.

Advertisement

 

Doa : Ya Tuhan, bantulah kami untuk setia berjalan bersama-Mu dan berbelas kasih kepada sesama kami Amin.

Advertisement

Artikel Terkait

Sabda Bina Pemuda, Renungan Harian, Jumat, 31 Juli 2026, 2 Yohanes 1:1-3  Hidup Dalam Kasih Dan Kebenaran

Sabda Bina Pemuda, Renungan Harian, Jumat, 31 Juli 2026, 2 Yohanes 1:1-3  Hidup Dalam Kasih Dan Kebenaran

"Anugerah, rahmat dan damai sejahtera dari Allah Bapa dan dari Yesus Kristus, Anak Bapa, akan menyertai kita dalam kebenaran dan kasih."

Sabda Bina Pemuda, Renungan Harian, Kamis, 30 Juli 2026, 1 Yohanes 3:11-18  Makna Kasih Bagi Orang Percaya

Sabda Bina Pemuda, Renungan Harian, Kamis, 30 Juli 2026, 1 Yohanes 3:11-18  Makna Kasih Bagi Orang Percaya

"Dengan inilah kita mengenal kasih, yaitu bahwa Kristus telah menyerahkan nyawa-Nya untuk kita. Jadi kita pun wajib menyerahkan nyawa kita untuk saudara-saudara kita."

Sabda Bina Pemuda, Renungan Harian, Rabu, 29 Juli 2026,  1 Yohanes 2:28-3:3  Identitas Yang Menunjukkan Siapa Kita

Sabda Bina Pemuda, Renungan Harian, Rabu, 29 Juli 2026,  1 Yohanes 2:28-3:3  Identitas Yang Menunjukkan Siapa Kita

Yohanes berkata bahwa kita disebut anak-anak Allah, dan memang kita adalah anak-anak Allah.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer