Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Sabda Bina Pemuda, Renungan Harian, Sabtu, 8 November 2025, Wahyu 2:12-17 Antipas.

A
LOGO GPIB
LOGO GPIB

Wahyu 2:12-17


Advertisement

ANTIPAS

Jadilah saksi Allah yang setia dengan mental dan iman baja seperti Antipas.

"Aku tahu di mana engkau tinggal, yaitu di tempat takhta Iblis. Namun, Engkau berpegang kepada nama-Ku, dan tidak menyangkal imanmu kepada-Ku, juga tidak pada zaman Antipas, saksi-Ku, yang setia kepada- Ku,yang dibunuh di hadapan kamu, di mana Iblis diam." (Ay. 13).

Advertisement

Mungkin kita jarang mendengar nama Antipas. Meski demikian, Antipas yang disebut dalam Wahyu ini adalah tokoh istimewa. la disebut sebagai "saksi-Ku yang setia kepada-Ku," serupa yang dengan Wahyu 1:5 yang menyatakan "Yesus Kristus Saksi yang setia." Gelar "saksi yang setia" ini tidak didapatkan Antipas dengan mudah. Bayangkan saja, ia hidup di Pergamus yang disebut sebagai tempat tahta iblis. Diperkirakan Pergamus ini adalah pusat penyembahan pagan. Selain itu, cara hidup di Pergamus ini sangat bertolak belakang dengan cara hidup yang dikehendaki Tuhan.

Namun, keadaan itu tidak membuat Antipas goyah. la tetap berpegang pada iman percayanya, sekalipun banyak sekali godaan dan pertentangan yang tentu harus ia hadapi. Nama Antipas bisa berarti "menentang semuanya." Sesuai dengan namanya, Antipas pun berani berdiri menentang derasnya arus cara hidup orang-orang di Pergamus. la bahkan tetap pada pendirian dan prinsip imannya, ketika nyawanya terancam. Antipas bukan hanya punya mental baja, ia juga punya iman baja!

Banyak anggota jemaat di Pergamus yang mengikuti jalan Antipas. Mereka menentang yang jahat dan tidak sesuai kehendak Tuhan. Namun, ada pula orang-orang yang gagal mengikuti teladan Antipas. Mereka menganut ajaran Bileam yang korup, imoral, dan mementingkan diri sendiri (Bil. 22-24, 31). Ada juga yang menjadi pengikut Nikolaus. Nikolaus ini menunjuk pada mereka yang berbangga dengan otoritas dan kuasa. Pada akhirnya, mereka pun melakukan tindakan-tindakan imoral untuk mencapai otoritas dan kekuasaan itu. Mungkin orang di sekitar kita tidak hidup sesuai kehendak Tuhan. Namun, jangan jadikan itu alasan untuk hidup tidak benar. Milikilah mental dan iman baja seperti Antipas, jadilah saksi Allah yang setia. Amin.

Advertisement

 

Doa: Tuhan, teguhkanlah mental dan imanku agar aku dapat menjadi saksi-Mu yang setia. Amin.

Advertisement

Artikel Terkait

Sabda Bina Pemuda, Renungan Harian, Jumat, 31 Juli 2026, 2 Yohanes 1:1-3  Hidup Dalam Kasih Dan Kebenaran

Sabda Bina Pemuda, Renungan Harian, Jumat, 31 Juli 2026, 2 Yohanes 1:1-3  Hidup Dalam Kasih Dan Kebenaran

"Anugerah, rahmat dan damai sejahtera dari Allah Bapa dan dari Yesus Kristus, Anak Bapa, akan menyertai kita dalam kebenaran dan kasih."

Sabda Bina Pemuda, Renungan Harian, Kamis, 30 Juli 2026, 1 Yohanes 3:11-18  Makna Kasih Bagi Orang Percaya

Sabda Bina Pemuda, Renungan Harian, Kamis, 30 Juli 2026, 1 Yohanes 3:11-18  Makna Kasih Bagi Orang Percaya

"Dengan inilah kita mengenal kasih, yaitu bahwa Kristus telah menyerahkan nyawa-Nya untuk kita. Jadi kita pun wajib menyerahkan nyawa kita untuk saudara-saudara kita."

Sabda Bina Pemuda, Renungan Harian, Rabu, 29 Juli 2026,  1 Yohanes 2:28-3:3  Identitas Yang Menunjukkan Siapa Kita

Sabda Bina Pemuda, Renungan Harian, Rabu, 29 Juli 2026,  1 Yohanes 2:28-3:3  Identitas Yang Menunjukkan Siapa Kita

Yohanes berkata bahwa kita disebut anak-anak Allah, dan memang kita adalah anak-anak Allah.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer