Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Sabda Bina Umat. Renungan Malam, Sabtu, 8 November 2025, Wahyu 2:18-29 Pilihlah Yang Tepat.

A
Penulis: Alfianne Lumantow❯

LOGO GPIB
LOGO GPIB
 


Advertisement

Wahyu 2:18-29

PILIHLAH YANG TEPAT

"Siapa yang menang dan melakukan pekerjaan-Ku sampai kesudahannya, kepadanya akan Kuberikan kuasa..." (ay. 26)

Advertisement

Tuhan memberikan kehendak bebas kepada kita untuk memilih. Namun kita harus ingat bahwa meskipun bebas dalam memilih, kita tidak bisa memilih konsekuensi dari pilihan tersebut. Dengan kata lain, pilihan dan konsekuensi berjalan beriringan dan tidak dapat dipisahkan. Setiap keputusan yang kita ambil akan membawa akibatnya sendiri.

Tiatira adalah kota perdagangan yang berkembang, pusat komersial dengan banyak serikat pekerja. Serikat-serikat ini mewajibkan anggotanya mengikuti penyembahan di kuil-kuil dewa pelindung pekerjaan. Menolak berarti dikeluarkan dari serikat, kehilangan pekerjaan, dan hidup dalam kemiskinan. Orang Kristen yang tidak ikut akan dikucilkan secara sosial bahkan terancam keselamatannya. Bisa dibayangkan betapa beratnya pergumulan jemaat Kristen di Tiatira saat itu. Kristus diperkenalkan sebagai "Firman Anak Allah yang mata-Nya bagaikan nyala api dan kaki- Nya bagaikan tembaga", yang menggambarkan bahwa Kristus Anak Allah lebih berkuasa daripada kaisar dan dewa-dewi. Jemaat Tiatira dipuji karena iman, kasih, pelayanan, ketekunan, dan pertumbuhan mereka dalam menghadapi penganiayaan. Namun, mereka juga mendapat teguran karena membiarkan seorang pengajar palsu, yang disimbolkan sebagai Izebel. Tidak seperti jemaat di Efesus yang mampu menolak ajaran sesat, Tiatira tampak terlalu lunak. Penyesat itu menyeret sebagian dari mereka untuk ikut dalam kegiatan serikat yang penuh praktik penyembahan berhala.

Jemaat Tiatira memang dipuji karena terus bertumbuh dalam kasih dan kesaksian, tetapi juga dikritik karena sikap kompromi terhadap lingkungan yang menyesatkan. Dalam setiap pergumulan pilihan hidup, marilah kita tetap tegas memilih jalan yang benar dan tidak berkompromi dengan hal-hal yang menggoyahkan iman kepada Kristus. Amin.

Advertisement

 

Doa: Ya Bapa yang Maha Besar, beri kami kebijaksanaan agar kami bisa memilih yang tepat untuk kehidupan kekal. Amin.

 

Advertisement
Editor : Alfianne Lumantow

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer