Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Sabda Bina Pemuda, Renungan Harian, Kamis, 13 November 2025, Amsal 26:3-5 Reaktif VS Responsif

A

LOGO GPIB
LOGO GPIB
 


Advertisement

Amsal 26:3-5

REAKTIF VS RESPONSIF

Pengendalian diri dan ketenangan menunjukkan kedewasaan iman.

Advertisement

"Janganlah menjawab orang bebal menurut kebodohannya, supaya jangan engkau sendiri menjadi sama dengan dia." (ay.4)

Sobat muda, mangalam kondisi seberapatkan komentar pedas di sosial media? Dalam kondisi seperti ini apa yang kita lakukan, apakah kita diam saja? Atau langsung balas komentar itu dengan respons yang lebih kejam? Respons yang kita berikan kepada orang lain akan mengungkapkan siapa diri kita sebenarnya. Kalau kita merespon komentar pedas itu dengan emosi dan tanpa pikir Panjang maka kita adalah orang yang reaktif. Sedangkan jika kita mampu bijak serta mencoba untuk diam serta menjawab dengan tenang, maka itu menunjukkan bahwa kita adalah orang yang responsive.

Hari ini penulis Amsal mengingatkan kita bahwa jangan menjawab orang bebal menurut kebodohannya. (ay 4) artinya kita tak perlu merespons komentar yang jahat di sosial media dengan amarah ataupun emosi yang meletup-letup. Sebab, sikap reaktif yang kita berikan justru akan menjadi kayu yang semakin membakar pertengkaran (Ay 20). Tetapi, marilah kita belajar untuk bersikap tenang dan responsive dalam menghadapi situasi pelik. Responsive bukan berarti kita lemah dan tidak mampu membalas perkataan orang lain. namun, sikap responsive justru menunjukkan bahwa kita mampu mengendalikan emosi dan menguasai diri. Kadang kita perlu diam dan mengambil jeda untuk mempertimbangkan sikap yang harus dilakukan dan berusaha memahami mengapa ia berlaku demikian kepada saya?

Advertisement

Sikap responsif pun dilakukan oleh Yesus taktala la berhadapan dengan ahli-ahli taurat dan orang Farisi yang selalu memfitnah dan berusaha menjatuhkan Dia. Yesus tak pernah memberikan jawaban yang reaktif, namun sebaliknya la tenang menanggapi tiap tuduhan itu. Sebab, la tahu bahwa Bapa sendiri yang akan menjawabnya. Marilah kita pun membangun relasi dengan sikap yang responsif di tengah era digital ini. Amin.

 

Doa: Tuhan, tolong saya agar udak merespon segala sesuatu dengan emosi, tetapi menjawab dengan tenang dan kuasa Roh Kudus yang memampukan, Amin.

Advertisement

Artikel Terkait

Sabda Bina Pemuda, Renungan Harian, Jumat, 31 Juli 2026, 2 Yohanes 1:1-3  Hidup Dalam Kasih Dan Kebenaran

Sabda Bina Pemuda, Renungan Harian, Jumat, 31 Juli 2026, 2 Yohanes 1:1-3  Hidup Dalam Kasih Dan Kebenaran

"Anugerah, rahmat dan damai sejahtera dari Allah Bapa dan dari Yesus Kristus, Anak Bapa, akan menyertai kita dalam kebenaran dan kasih."

Sabda Bina Pemuda, Renungan Harian, Kamis, 30 Juli 2026, 1 Yohanes 3:11-18  Makna Kasih Bagi Orang Percaya

Sabda Bina Pemuda, Renungan Harian, Kamis, 30 Juli 2026, 1 Yohanes 3:11-18  Makna Kasih Bagi Orang Percaya

"Dengan inilah kita mengenal kasih, yaitu bahwa Kristus telah menyerahkan nyawa-Nya untuk kita. Jadi kita pun wajib menyerahkan nyawa kita untuk saudara-saudara kita."

Sabda Bina Pemuda, Renungan Harian, Rabu, 29 Juli 2026,  1 Yohanes 2:28-3:3  Identitas Yang Menunjukkan Siapa Kita

Sabda Bina Pemuda, Renungan Harian, Rabu, 29 Juli 2026,  1 Yohanes 2:28-3:3  Identitas Yang Menunjukkan Siapa Kita

Yohanes berkata bahwa kita disebut anak-anak Allah, dan memang kita adalah anak-anak Allah.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer