Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Jumat, 14 November 2025, Amsal 28:14 Jangan Keraskan Hatimu.

Amsal 28:14
JANGAN KERASKAN HATIMU!
tetapi orang yang mengeraskan hatinya akan jatuh ke dalam malapetaka." (ay.14b)
Kelemahan diri yang selalu menjadi persoalan adalah kekerasan hati. Kekerasan hati yang dimaksud adalah terus-menerus mempertahankan pandangan, ide, pendapat, atau tidak menerima nasihat yang baik. Keras pada prinsip yang mungkin tidak benar. Atau menolak setiap pandangan dan arahan yang baik dan benar. Jika hal ini menjadi karakter, maka seseorang akan sulit menerima apa pun hasil dari setiap hal yang diputuskan bersama. Ada banyak contoh yang kita baca atau lihat, ketika nasihat yang disampaikan oleh orang tua diabaikan dapat mendatangkan kesulitan di masa depan.
"Tetapi orang yang mengeraskan hatinya akan jatuh dalam malapetaka", teguran penulis Amsal bagi mereka yang menolak untuk sesuatu yang menjadi kebaikan dirinya. Menolak hal-hal baik yang disampaikan dan tidak mengikuti kekerasan kata hatinya yang salah. Teguran ini mengingatkan, jika kekerasan hati menguasai diri, kehidupan yang dijalani akan mendapat kesulitan. Malapetaka bagi penulis merupakan dampak yang bisa dialami karena kekerasan hati. Ada benturan antara sesama yang juga memiliki pandangan, ide, atau pemahaman yang mungkin berbeda. Benturan yang dapat menjadikan hubungan saling menyalahkan, iri bahkan perpecahan. Amsal menyatakan bahwa diri yang takut Tuhanlah yang memberikan kebahagiaan. Takut Tuhan yang berserah dan menyerahkan setiap kehidupan dan tindakan dalam keinginan dan kemauan Tuhan. Jadi, bukan atas keinginan dan kemauan diri. Takut akan Tuhan memampukan kita untuk menyikapi setiap hal dalam berinteraksi dengan sesama.
Dalam situasi dan konteks saat ini, kita perlu bijak dalam menghadapi setiap arus informasi dan pandangan. Dengan memiliki sikap keterbukaan, kita dimampukan untuk memahami dan menyaring setiap hal dengan baik dan benar. Terbuka pada masukan membantu kita menilai yang terbaik bagi diri sendiri.
Doa: Tuhan, berilah hati yang memahami yang terbuka agar memahami dengan baik dan benar. Amin.

