Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Kamis, 20 November 2025, 2 Petrus 1:10-15 Menguatkan Saudara Seiman Di Era Digital

A
Penulis: Alfianne Lumantow❯
LOGO GPIB
LOGO GPIB

2 Petrus 1: 10-15


Advertisement

"MENGUATKAN SAUDARA SEIMAN DI ERA DIGITAL

"Karena itu, saudara-saudara berusahalah sungguh-sungguh supaya panggilan dan keterpilihanmu makin teguh. Sebab, jikalau kamu melakukannya, kamu tidak akan pernah tersandung" (ay.10)

Dunia kita hari ini dipenuhi oleh suara-suara dari berbagai arah, entah itu media sosial, video, dan artikel online.

Advertisement

Semua orang bebas untuk berbicara apa saja di era digital ini. Bahkan aib dan hal-hal yang tabu dianggap lucu dan menarik, yang seharusnya hal itu menjadi rahasia.

Pertanyaannya, apakah semua itu membangun iman? Bukankah lebih banyak suara yang melemahkan, bahkan merendahkan ketimbang yang menguatkan dan membangun?

Masihkah ada teguran yang penuh kasih; masih adakah dukungan yang tulus bagi mereka yang berduka, sakit dan terluka? masih adakah penghiburan yang tulus?

Advertisement

Rasul Petrus mengingatkan umat sebagai tujuan suratnya untuk menguatkan mereka. "Karena itu aku akan selalu mengingatkan kamu akan semuanya itu, sekalipun kamu telah mengetahuinya..."(ayat 12), agar mereka berdiri teguh dalam iman.

Petrus melakukan semua ini dengan bersungguh-sungguh bukan setengah hati, mengingatkan akan waktu yang singkat (ayat 13).

Petrus tahu hidupnya tidak lama lagi (ayat 14), dan untuk itu ia bertindak. Kita tidak tahu berapa lama kita punya kesempatan untuk menyampaikan Firman.

"...aku akan berusaha, supaya juga sesudah kepergianku kamu selalu mengingat semuanya itu." (ayat 15) Petrus berpikir jangka panjang, la ingin jemaat tetap mengingat kebenaran bahkan setelah ia tiada.

Semua orang bebas berkata apa saja di media sosial tanpa mempertimbangkan dampaknya.

Bahkan orang percaya pun terkadang terjebak dalam debat kusir, ujaran kebencian, atau menyebarkan informasi yang tidak benar.

Akibatnya, semua dapat berada dalam kebingungan dan tanpa terasa menjadi orang yang pemarah bahkan menjadi pribadi apatis.

Kita dapat melakukan seperti yang Rasul Petrus lakukan, dia menguatkan umat yang sedang dalam penderitaan dan ketidakpastian untuk kembali menyadari akan panggilan dan pilihan Allah atas orang percaya, serta dorongan untuk bertumbuh dalam kebajikan, penguasaan diri dan kasih.

 

Doa: Mampukan kami hidup dengan kesungguhan dan mewariskan iman bagi generasi berikutnya. Amin.

Advertisement

Artikel Terkait

Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Rabu, 4 November 2026, Habakuk 2:15-20  Evaluasi Diri Spiritualitas

Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Rabu, 4 November 2026, Habakuk 2:15-20  Evaluasi Diri Spiritualitas

"Tetapi, TUHAN ada di dalam bait-Nya yang kudus. Berdiam dirilah di hadapan- Nya, hai segenap bumi!"

Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Selasa, 3 November 2026, Habakuk 2:4-5  Evaluasi Diri Orang Benar A

Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Selasa, 3 November 2026, Habakuk 2:4-5  Evaluasi Diri Orang Benar A

"Sesungguhnya orang yang membusungkan dada tidak lurus hatinya, tetapi orang benar akan hidup oleh percayanya"

Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Senin, 2 November 2026,  Habakuk 1:15-17  Evaluasi Diri Dominasi Ke

Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Senin, 2 November 2026,  Habakuk 1:15-17  Evaluasi Diri Dominasi Ke

"Itukah sebabnya ia selalu menghunus pedangnya dan membunuh bangsa- bangsa tanpa belas kasihan?"

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer