Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Sabtu 22 November 2025, 2 Petrus 2:10-22 Ancaman Kesombongan Di Era Digital

A
Penulis: Alfianne Lumantow❯

LOGO GPIB
LOGO GPIB
 


Advertisement

2 Petrus 2:10-22

ANCAMAN KESOMBONGAN DI ERA DIGITAL

Sebab mereka mengucapkan kata-kata yang congkak dan hampa dan mempergunakan hawa nafsu cabul untuk memikat orang-orang yang baru saja melepaskan diri dari orang-orang hidup dalam kesesatan" (ay.18)

Advertisement

Kita hidup di era di mana semua orang bebas mengeluarkan pendapat, dan memamerkan diri kepada dunia lewat media sosial.

Sepertinya teknologi memberi kebebasan luar bisa bagi siapa pun dan akhimya juga membuka ruang besar bagi kesombongan rohani, intelektual, dan moral. Kesombongan di era digital bisa menjadi penyakit jiwa yang tampak inspiratif di luar, tapi berbahaya di dalam.

Kesombongan menempatkan orang tidak menghargai nasihat, bahkan otoritas kepada kebenaran Firman Tuhan (bdg. ayat 10).

Advertisement

Pendapat pribadi dianggap kebenaran tertinggi, pelan tapi pasti akan menempatkan orang yang sombong menolak Firman Tuhan sebagai otoritas tertinggi.

2 Petrus 2:10-22 adalah peringatan keras agar kita tidak terjebak dalam arus zaman yang menuhankan diri dan menolak Firman Tuhan.

Solusi utamanya: Rendahkan hati di bawah Firman Tuhan.; Latih diri dalam kesederhanaan, kerendahan hati, dan kasih.

Ingat bahwa kita akan mempertanggungjawabkan hidup kita di hadapan Tuhan. "karena orang diperhamba oleh orang yang mengalahkannya" (2 Petrus 2:19b).

Kesombongan membuat seseorang merasa tidak perlu bertobat. Bahkan ada yang membanggakan gaya hidup berdosa.

Petrus menyamakan mereka seperti anjing yang kembali ke muntahnya dan babi yang dimandikan kembali ke kubangannya. Sindiran ini sangat tajam! (ayat 20-22).

Kesombongan di era digital bukan hanya soal memamerkan harta. wajah, atau pencapaian, tetapi sikap hati yang merasa tidak membutuhkan nasihat Firman Tuhan.

Banyak orang Kristen jatuh dalam kesombongan rohani: merasa lebih benar, lebih kudus, atau lebih layak dari orang lain.

Ketika seseorang lupa bahwa keselamatannya adalah anugerah bukan hasil usahanya, maka ia bisa mulai merasa berjasa, hebat, dan lebih layak.

Di situlah kesombongan mulai bertumbuh diam-diam. Cegahlah!. Amin.

 

Doa: Tuhan, jangan biarkan kami menjadi sombong walau kami tahu tentang kebenaran. Buatlah hatiku tetap rendah dan melihat anugerah-Mu setiap hari. Amin.

 

Advertisement

Artikel Terkait

Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Rabu, 4 November 2026, Habakuk 2:15-20  Evaluasi Diri Spiritualitas

Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Rabu, 4 November 2026, Habakuk 2:15-20  Evaluasi Diri Spiritualitas

"Tetapi, TUHAN ada di dalam bait-Nya yang kudus. Berdiam dirilah di hadapan- Nya, hai segenap bumi!"

Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Selasa, 3 November 2026, Habakuk 2:4-5  Evaluasi Diri Orang Benar A

Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Selasa, 3 November 2026, Habakuk 2:4-5  Evaluasi Diri Orang Benar A

"Sesungguhnya orang yang membusungkan dada tidak lurus hatinya, tetapi orang benar akan hidup oleh percayanya"

Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Senin, 2 November 2026,  Habakuk 1:15-17  Evaluasi Diri Dominasi Ke

Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Senin, 2 November 2026,  Habakuk 1:15-17  Evaluasi Diri Dominasi Ke

"Itukah sebabnya ia selalu menghunus pedangnya dan membunuh bangsa- bangsa tanpa belas kasihan?"

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer