Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Minggu, 23 November 2025, Phubbung

A
Penulis: Alfianne Lumantow❯
LOGO GPIB
LOGO GPIB

Yunus 1:5-6


Advertisement

PHUBBING

"Datanglah nakhoda mendapatkannya sambil berkata : Bagaimana mungkin engkau tertidur begitu nyenyak? Bangunlah, berserulah kepada Allahmu, barangkali Allah itu akan mengindahkan kita, sehingga kita tidak binasa." (ay.6)

Dalam perkembangan interaksi sosial dan kemajuan teknologi dikenal istilah "phubbing," yang terdiri dari dua kata yaitu "phone" (telepon) dan "snubbing" (mengabaikan).

Advertisement

Istilah ini menggambarkan perilaku tidak peduli terhadap orang lain karena fokus pada ponsel. Pelaku phubbing cenderung mengabaikan interaksi sosial dengan orang-orang di sekitarnya demi perangkat selulernya.

Phubbing sangat berpotensi merusak relasi keluarga, pertemanan dan menyebabkan orang merasa tidak aman, bahkan stres.

Jika phubbing berbicara tentang orang yang tidak peduli pada kepentingan sesama karena ponselnya, maka bacaan kita bercerita tentang Yunus yang tidak peduli pada sesama dan perintah Tuhan karena membakukan pandangan sendiri.

Advertisement

Yunus menganggap orang Niniwe tidak layak diselamatkan. Niniwe adalah bagian dari kekaisaran Asyur yang menjadi musuh dari Israel.

Yunus berkeberatan jika Niniwe tidak jadi dihukum Tuhan. Menurut Yunus, orang Niniwe harus dihukum bukan dikasihi oleh Tuhan.

Cara berpikir ini membuatnya menghindari Tuhan dengan cara menumpang kapal yang akan pergi ke Tarsis.

Dalam perjalanan itu terjadi badai yang sangat besar, semua awak kapal ketakutan dan berteriak (berdoa) kepada dewanya.

Para pelaut itu juga membuang segala muatan untuk meringankan kapal, tetapi Yunus tertidur pulas.

Yunus bersikap phubbing, acuh terhadap lingkungannya, tetap tidur pulas walaupun situasi sedang genting.

Ada banyak orang dewasa ini, juga bersikap phubbing, tetap asyik dengan ponselnya tidak peduli dengan lingkungan sekitarnya.

Nakhoda kapal datang dan berkata kepadanya, "Bagaimana mungkin engkau tidur begitu nyenyak? Bangunlah berserulah kepada Allahmu.

Barangkali Allah itu akan mengindahkan kita, sehingga kita tidak binasa Bangun, berdoalah, jangan acuh dengan situasi sekitarmu.

Bangun berhentilah urus kepentingan diri sendiri, berdoalah untuk kepentingan bersama. Amin.

Doa: TUHAN, kami bersyukur, kiranya kesempatan hari ini dapat kami gunakan untuk memedulikan sesama. Amin.

Advertisement

Artikel Terkait

Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Rabu, 4 November 2026, Habakuk 2:15-20  Evaluasi Diri Spiritualitas

Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Rabu, 4 November 2026, Habakuk 2:15-20  Evaluasi Diri Spiritualitas

"Tetapi, TUHAN ada di dalam bait-Nya yang kudus. Berdiam dirilah di hadapan- Nya, hai segenap bumi!"

Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Selasa, 3 November 2026, Habakuk 2:4-5  Evaluasi Diri Orang Benar A

Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Selasa, 3 November 2026, Habakuk 2:4-5  Evaluasi Diri Orang Benar A

"Sesungguhnya orang yang membusungkan dada tidak lurus hatinya, tetapi orang benar akan hidup oleh percayanya"

Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Senin, 2 November 2026,  Habakuk 1:15-17  Evaluasi Diri Dominasi Ke

Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Senin, 2 November 2026,  Habakuk 1:15-17  Evaluasi Diri Dominasi Ke

"Itukah sebabnya ia selalu menghunus pedangnya dan membunuh bangsa- bangsa tanpa belas kasihan?"

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer