Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Sabda Bina Pemuda, Renungan Harian, Minggu, 30 November 2025, Matius 9:35-38 Berempati Di Dunia Digital

A
LOGO GPIB
LOGO GPIB

Matius 9:35-38


Advertisement

BEREMPATI DI DUNIA DIGITAL

Gunakan media sosial dengan bijaksana, jadilah suara kasih dan harapan di dunia digital

"Lalu kata-Nya kepada murid-murid-Nya, "Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit." (Ay. 37)

Advertisement

Di era digital ini, media sosial menjadi sumber utama untuk berita informasi secara cepat. Ada berbagai konten yang dapat kita temukan di dalamnya.

Selain konten hiburan, informasi destinasi wisata, review makanan, kita juga dapat menemukan konten sharing pengalaman hidup seseorang.

Seperti perjuangan mereka yang mengalami sakit, pemulihan pasca kehilangan orang terkasih, pengalaman kegagalan dalam hidup, maupun konten menolong sesama yang sangat menyentuh hati.

Advertisement

Namun, dalam konten-konten tersebut, masih ditemukan juga komentar negatif yang menyakitkan.

Berempati terhadap mereka yang sedang berjuang dalam hidup melalui komentar yang positif dan membangkitkan semangat begitu sulit dijumpai.

Dalam Matius 9:35-38, Yesus melihat banyaknya orang yang lelah, terlantar, dan membutuhkan bimbingan dan kasih.

Ayat 37 menyoroti kekurangan pekerja untuk menggarap "tuaian" yang besar ini. Ayat ini mengajak kita berempati dan siap untuk turut membagikan kasih kepada dunia.

Berempati adalah kunci dari setiap interaksi kita. Ketika kita memiliki empati, kita tidak hanya sekadar melihat pengalaman hidup seseorang sebagai ajang adu nasib.

Tetapi bisa merasakan bahwa ada kebutuhan yang lebih dalam, baik secara emosional maupun spiritual.

Kebutuhan untuk didengar, merasa dilihat, dikuatkan, atau bahkan didoakan. Marilah menjadi kaum muda yang dapat menunjukkan kasih Allah dengan berempati kepada sesama, baik dalam perjumpaan secara langsung.

Maupun di dunia digital. Dalam setiap percakapan, postingan atau bahkan komentar yang kita buat, tunjukkanlah kasih melalui komentar positif, support, atau bahkan reach out mereka secara langsung.

Mungkin saja dengan hal simple yang kita lakukan, ada mereka yang kembali tersenyum dan dikuatkan karena merasa bahwa mereka tidak sendiri dalam perjalanan hidup yang sering kali tidak mudah ini. Amin.

 

Doa: Tuhan, berkati kami agar dapat menjadi pribadi yang lebih berempati kepada dunia. Amin.

Advertisement

Artikel Terkait

Sabda Bina Pemuda, Renungan Harian, Jumat, 31 Juli 2026, 2 Yohanes 1:1-3  Hidup Dalam Kasih Dan Kebenaran

Sabda Bina Pemuda, Renungan Harian, Jumat, 31 Juli 2026, 2 Yohanes 1:1-3  Hidup Dalam Kasih Dan Kebenaran

"Anugerah, rahmat dan damai sejahtera dari Allah Bapa dan dari Yesus Kristus, Anak Bapa, akan menyertai kita dalam kebenaran dan kasih."

Sabda Bina Pemuda, Renungan Harian, Kamis, 30 Juli 2026, 1 Yohanes 3:11-18  Makna Kasih Bagi Orang Percaya

Sabda Bina Pemuda, Renungan Harian, Kamis, 30 Juli 2026, 1 Yohanes 3:11-18  Makna Kasih Bagi Orang Percaya

"Dengan inilah kita mengenal kasih, yaitu bahwa Kristus telah menyerahkan nyawa-Nya untuk kita. Jadi kita pun wajib menyerahkan nyawa kita untuk saudara-saudara kita."

Sabda Bina Pemuda, Renungan Harian, Rabu, 29 Juli 2026,  1 Yohanes 2:28-3:3  Identitas Yang Menunjukkan Siapa Kita

Sabda Bina Pemuda, Renungan Harian, Rabu, 29 Juli 2026,  1 Yohanes 2:28-3:3  Identitas Yang Menunjukkan Siapa Kita

Yohanes berkata bahwa kita disebut anak-anak Allah, dan memang kita adalah anak-anak Allah.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer