Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Sabda Bina Teruna, Renungan Harian, Senin, 1 Desember 2025, Matius 22:34-37 Hukum Yang Utama

A

 

LOG GPIB
LOG GPIB


Advertisement

Pembacaan Alkitab: Matius 22: 34-37

Hukum Yang Utama

"Jawab Yesus kepadanya, "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu, dengan segenap jiwamu, dan dengan segenap akal budimu" (ay. 37)

Advertisement

Setiap orang pasti punya hal yang dianggap paling utama atau penting dalam hidupnya.

Entah itu hobi, pencapaian, teman, atau nilai-nilai yang dipegang. Tapi, pernahkah sobat teruna bertanya, apa sih yang paling utama menurut Tuhan? D

alam Matius 22: 34-37, Yesus menjelaskan tentang hukum yang paling utama dan menjadi dasar semua ajaran.

Advertisement

Pada saat itu, Yesus sedang menghadapi pertanyaan dari seorang ahli Taurat yang ingin mencobai Dia.

Pertanyaannya tentang hukum yang paling utama dalam ajaran agama Yahudi, yang punya banyak peraturan.

Yesus menjawab dengan mengutip Kitab Ulangan (UI 6: 5), bahwa yang paling utama adalah mengasihi Tuhan dengan segenap hati, jiwa, dan akal budi.

Konteks ini penting karena Yesus menunjukkan bahwa seluruh Hukum Taurat sebenarnya tertuju pada satu hal utama: kasih kepada Allah yang total dan menyeluruh.

Ini berarti bahwa hidup bersama Tuhan bukan sekadar mengikuti aturan secara teknis, tapi melibatkan segenap aspek hidup dalam hubungan yang penuh kasih.

Jawaban Yesus menegaskan bahwa kasih kepada Tuhan adalah hukum yang utama.

Sobat Teruna, dari jawaban Yesus kita belajar bahwa mengasihi Tuhan berarti memberikan seluruh hati, jiwa, dan akal budi kita kepada-Nya.

Itu bisa kita wujudkan lewat hal-hal sederhana dalam keseharian, seperti berdoa dengan sungguh-sungguh, belajar dengan niat yang benar, bersikap jujur, dan peduli pada sesama.

Dalam peringatan Hari AIDS sedunia saat ini, kita juga diingatkan bahwa kasih kepada Tuhan mendorong kita untuk tidak cepat menghakimi.

Tetapi justru menjadi pribadi yang penuh empati, pengertian, dan kasih kepada mereka yang menderita atau dikucilkan.

Yuk, sobat teruna, mari terus belajar mengasihi Tuhan dengan sepenuh hidup kita dimulai dari hal-hal sederhana yang mencerminkan kasih, dalam sikap dan tindakan kita setiap hari. Amin.

 

Doa: Ya Tuhan, mampukanlah aku untuk mencerminkan kasih yang Engkau ajarkan lewat pikiran, perkataan, dan perbuatanku, di mana pun aku berada.. Amin"

Advertisement

Artikel Terkait

Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Sabtu, 31 Okotber 2026, Ibrani 4:11-13  Jangan Menganggap Diri Bija

Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Sabtu, 31 Okotber 2026, Ibrani 4:11-13  Jangan Menganggap Diri Bija

"Karena itu, baiklah kita berusaha masuk ke peristirahatan itu, supaya jangan seorang pun jatuh

Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, Sabtu, 31 Okotber 2026, Ibrani 4:9-10  Sesaat Merenungkan Karya Tuha

Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, Sabtu, 31 Okotber 2026, Ibrani 4:9-10  Sesaat Merenungkan Karya Tuha

"Jadi, masih tersedia suatu hari perhentian, yaitu Sabat, bagi umat Tuhan"

Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Jumat, 30 Okotber 2026, Ibrani 4:5-8  Hari Ini Bukan Besok

Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Jumat, 30 Okotber 2026, Ibrani 4:5-8  Hari Ini Bukan Besok

"Karena itu, la menetapkan lagi suatu hari, yaitu "hari ini", ketika la berfirman dengan perantaraan Daud jauh di kemudian hari..."

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer