Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Sabda Bina Teruna, Renungan Harian, Kamis, 4 Desember 2025, Roma 8:18-25 Pengharapan Kepada Allah

A
LOGO GPIB
LOGO GPIB

Roma 8: 18-25


Advertisement

Pengharapan kepada Allah

"Sebab, aku yakin bahwa penderitaan zaman sekarang ini tidak dapat dibandingkan dengan kemuliaan yang akan dinyatakan kepada kita" (ay, 18)

Sobat teruna, apakah pernah merasa lelah menghadapi berbagai masalah dalam hidup?

Advertisement

Terkadang, ketika harapan tidak segera terwujud, kita mulai bertanya-tanya, "masih perlukah aku berharap?".

Dalam situasi seperti itu, tidak sedikit dari kita yang merasa ingin menyerah. Namun sesungguhnya, dalam setiap tantangan.

Manusia memerlukan pengharapan yang sejati bukan sekadar semangat sesaat, melainkan pengharapan yang kuat dan tahan uji. Hal inilah yang ditekankan oleh Rasul Paulus dalam bacaan kita hari ini.

Advertisement

Rasul Paulus mengingatkan bahwa penderitaan yang kita alami saat ini tidak sebanding dengan kemuliaan yang akan dinyatakan kepada kita di masa depan.

Seluruh ciptaan, termasuk kita sebagai manusia, sedang menantikan saat di mana segala sesuatu akan dipulihkan oleh Allah.

Paulus menekankan bahwa kita hidup dalam pengharapan, yaitu percaya bahwa Allah akan menepati janji-Nya untuk membebaskan kita dari penderitaan dan memberikan hidup yang penuh dengan kemuliaan bersama-Nya.

Meskipun saat ini kita belum melihat pengharapan itu secara nyata, kita dipanggil untuk menantikannya dengan sabar dan iman, karena pengharapan sejati tidak bergantung pada situasi, melainkan berdiri kokoh di atas janji Tuhan yang pasti.

Sobat Teruna, hidup memang tidak selalu mudah. Akan ada masa-masa ketika kita merasa lelah, kecewa, atau bahkan ingin menyerah.

Tetapi hari ini kita diingatkan bahwa bersama Yesus, kita memiliki pengharapan yang tidak akan pernah kita mengecewakan.

Pengharapan itu memberi kita kekuatan untuk bertahan, keberanian untuk melangkah, dan keyakinan bahwa ada masa depan yang terbaik sedang disiapkan Tuhan bagi kita.

Karena itu, mari kita terus hidup dengan iman dan pengharapan yang teguh tetap percaya, tetap menanti, dan tetap setia kepada Tuhan dalam setiap musim hidup kita. Amin.

 

Doa: Tuhan Yesus, mampukanlah aku untuk tidak menyerah dengan keadaan apapun melainkan tetap berpengharapan kepada janji-Mu yang pasti.. Amin

 

Advertisement

Artikel Terkait

Sabda Bina Pemuda, Renungan Harian, Jumat, 31 Juli 2026, 2 Yohanes 1:1-3  Hidup Dalam Kasih Dan Kebenaran

Sabda Bina Pemuda, Renungan Harian, Jumat, 31 Juli 2026, 2 Yohanes 1:1-3  Hidup Dalam Kasih Dan Kebenaran

"Anugerah, rahmat dan damai sejahtera dari Allah Bapa dan dari Yesus Kristus, Anak Bapa, akan menyertai kita dalam kebenaran dan kasih."

Sabda Bina Pemuda, Renungan Harian, Kamis, 30 Juli 2026, 1 Yohanes 3:11-18  Makna Kasih Bagi Orang Percaya

Sabda Bina Pemuda, Renungan Harian, Kamis, 30 Juli 2026, 1 Yohanes 3:11-18  Makna Kasih Bagi Orang Percaya

"Dengan inilah kita mengenal kasih, yaitu bahwa Kristus telah menyerahkan nyawa-Nya untuk kita. Jadi kita pun wajib menyerahkan nyawa kita untuk saudara-saudara kita."

Sabda Bina Pemuda, Renungan Harian, Rabu, 29 Juli 2026,  1 Yohanes 2:28-3:3  Identitas Yang Menunjukkan Siapa Kita

Sabda Bina Pemuda, Renungan Harian, Rabu, 29 Juli 2026,  1 Yohanes 2:28-3:3  Identitas Yang Menunjukkan Siapa Kita

Yohanes berkata bahwa kita disebut anak-anak Allah, dan memang kita adalah anak-anak Allah.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer