Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Sabda Bina Teruna, Renungan Harian, Minggu, 7 Desember 2025, Markus 8:1-5 Belas Kasihan Itu Aksi Bukan Teori

A
LOGO GPIB
LOGO GPIB

Markus 8: 1-5


Advertisement

Belas Kasihan Itu Aksi Bukan Teori

“Siapa yang makan, janganlah menghina orang yang tidak makan, dan barang siapa yang tidak makan, janganlah menghakimi orang yang makan, sebab Allah telah menerima orang itu” (ayat 3).

Pernahkah sobat teruna mendengar istilah borborygmi? Ini adalah "krucuk-krucuk" akibat kontraksi otot-otot usus saat proses pencernaan, baik saat perut kosong maupun saat makanan sedang dicema.

Advertisement

Kita sering menyebutnya dengan "perut keroncongan" yaitu istilah yang sering digunakan untuk kondisi lapar dan sekaligus alarm alami untuk kita segera makan.

Kondisi lapar pastinya juga nampak di dalam kisah mujizat Tuhan Yesus saat memberi makan 4.000 orang. 

Perikop menjelaskan bahwa orang-orang tersebut sudah bersama-Nya selama tiga hari dan sekarang mereka kelaparan.

Advertisement

Memang tidak disebutkan apakah perut mereka juga keroncongan. Tetapi yang pasti, Tuhan Yesus menyadari bahwa mereka membutuhkan makanan saat itu juga.

Tuhan Yesus segera memanggil para murid dan memberitahu situasinya. la juga menjelaskan kepada mereka bahwa tidak mungkin menyuruh orang-orang ini pulang.

Sebab ada beberapa yang berasal dari jauh, dan bisa pingsan di jalan jika dibiarkan pulang dalam keadaan lapar.

Namun para murid merespons dengan kurang baik. Mereka menolak untuk memberi makan orang-orang itu karena sebagian besar dari mereka adalah orang-orang non Yahudi.

Di sisi lain, mereka juga merasa roti yang dimiliki tidak mencukupi. Tetapi Tuhan Yesus bertanya lagi pada mereka "kamu punya berapa roti"? jawab mereka, "tujuh".

Sobat Teruna, dunia yang kita huni seringkali menunjukkan sikap cuek dan tidak bersahabat.

Tuhan ingin kita menunjukkan aksi dalam berbelas kasih bukan teori. Apapun yang kita punya - waktu, bakat, materi, semangat, dst.

Meski terbatas, Tuhan mampu bisa memakainya untuk mendatangkan kebaikan bagi sesama.

Ayo, tunjukkan belas kasihanmu kepada semua orang! Ingat, di tangan Tuhan, yang sedikit bisa menjadi cukup, bahkan lebih. Amin.

                    

Doa: Tuhan Yesus, ajarkan dan mampukan aku untuk memiliki hati seperti-Au yang penuh belas kasih dan siap berbagi. Amin

 

Advertisement

Artikel Terkait

Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Sabtu, 31 Okotber 2026, Ibrani 4:11-13  Jangan Menganggap Diri Bija

Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Sabtu, 31 Okotber 2026, Ibrani 4:11-13  Jangan Menganggap Diri Bija

"Karena itu, baiklah kita berusaha masuk ke peristirahatan itu, supaya jangan seorang pun jatuh

Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, Sabtu, 31 Okotber 2026, Ibrani 4:9-10  Sesaat Merenungkan Karya Tuha

Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, Sabtu, 31 Okotber 2026, Ibrani 4:9-10  Sesaat Merenungkan Karya Tuha

"Jadi, masih tersedia suatu hari perhentian, yaitu Sabat, bagi umat Tuhan"

Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Jumat, 30 Okotber 2026, Ibrani 4:5-8  Hari Ini Bukan Besok

Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Jumat, 30 Okotber 2026, Ibrani 4:5-8  Hari Ini Bukan Besok

"Karena itu, la menetapkan lagi suatu hari, yaitu "hari ini", ketika la berfirman dengan perantaraan Daud jauh di kemudian hari..."

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer